Logo Bloomberg Technoz

Obligasi pemerintah AS (Treasuries) juga menguat pada awal perdagangan Asia karena kekhawatiran terhadap inflasi mulai berkurang.

Setelah melancarkan serangan terhadap Iran selama 13 hari, Amerika Serikat tampaknya menghentikan operasinya sejak Jumat malam tanpa memberikan penjelasan, memunculkan pertanyaan mengenai langkah Presiden Donald Trump selanjutnya.

Militer Iran pada Minggu menyatakan bahwa Teheran juga telah menghentikan respons militernya.

Jeda tersebut terjadi ketika pejabat Iran dan Oman menggelar pembicaraan mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz, sehingga memunculkan harapan bahwa jalur pengiriman minyak paling penting di dunia itu dapat terhindar dari gangguan lebih lanjut.

"Penyelesaian konflik akan menjadi perkembangan yang positif," ujar Shoji Hirakawa, Kepala Strategi Global di Tokai Tokyo Intelligence Lab.

Menurutnya, jeda serangan tersebut meningkatkan harapan bahwa kedua pihak akan memasuki meja perundingan.

Meredanya konflik ini menjadi latar bagi pekan yang sangat penting bagi pasar global, dengan para pelaku pasar memusatkan perhatian pada apakah Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada Rabu setelah lonjakan harga minyak baru-baru ini memicu kekhawatiran inflasi.

Investor juga menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi berkapitalisasi besar di tengah meningkatnya kritik terhadap besarnya belanja investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).

Ketegangan di Timur Tengah telah mendorong harga minyak melonjak sepanjang Juli, menutupi data inflasi konsumen Juni yang lebih rendah dari perkiraan dan sebelumnya memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga.

Di sisi lain, lonjakan permintaan yang dipicu oleh AI serta pengumuman tarif baru dari pemerintahan Trump turut menambah tekanan inflasi.

Akibatnya, para pengamat The Fed melihat adanya kemungkinan munculnya perbedaan pendapat dalam rapat kebijakan pada 28–29 Juli apabila bank sentral kembali mempertahankan suku bunga.

Rangkaian keputusan kebijakan moneter bank sentral negara-negara Group of Seven (G7) dimulai dengan keputusan The Fed pada Rabu, disusul Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ).

Meski ketiganya diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga, para pejabat diyakini akan menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak inflasi akibat tingginya harga energi.

"Kami memperkirakan The Fed kemungkinan besar tidak akan menaikkan suku bunga," tulis Krishna Guha, Kepala Strategi Bank Sentral di Evercore ISI, dalam sebuah catatan riset.

"Namun, kami juga tidak bisa menganggap probabilitas kenaikan suku bunga terlalu kecil mengingat Warsh belum menjelaskan strategi kebijakannya," ujarnya, merujuk pada Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Fokus penting lainnya bagi pasar adalah laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi berkapitalisasi besar setelah aksi jual terbaru pada saham-saham AI kembali memunculkan keraguan apakah investasi ratusan miliar dolar dalam pembangunan infrastruktur AI akan menghasilkan keuntungan yang sepadan.

Aksi jual tersebut menunjukkan betapa besar perubahan narasi pasar terhadap AI dan kelompok saham teknologi raksasa yang dikenal sebagai Magnificent Seven.

Perubahan sentimen ini menciptakan tantangan menjelang pekan yang padat laporan keuangan, dengan Microsoft Corp. dan Meta Platforms Inc. dijadwalkan merilis kinerja pada Rabu, disusul Apple Inc. dan Amazon.com Inc. pada Kamis.

(bbn)

No more pages