Perry menambahkan kinerja neraca pembayaran Indonesia perlu diperkuat untuk memitigasi dampak rambatan dari ketidakpastian global. Neraca dagang Indonesia pada Januari - Mei 2026 secara kumulatif mencatat surplus sebesar US$4,03 miliar, di mana pada Mei 2026 mengalami defisit US$1,61 miliar.
“Dari transaksi modal dan finansial berbagai penguatan respons kebijakan yang ditempuh BI bersinergi dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan imbal hasil instrumen keuangan domestik dapat mendorong berlanjutnya aliran modal asing,” ungkap Perry.
(roy)
No more pages































