Logo Bloomberg Technoz

Sepertinya faktor bargain buying atau ‘serok’ di bawah menjadi penyebab kebangkitan harga emas. Maklum, harga aset ini memang sudah turun lumayan dalam sehingga kembali menarik di mata investor.

Dalam sebulan terakhir, harga emas mencatat koreksi 2,67% secara point-to-point. Sepanjang 2026 (year-to-date), harga terpangkas 5,56%.

Harga emas sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa yaitu nyaris US$ 5.600/troy ons pada Januari. Sejak perang di Timur Tengah meletus, harga ambruk lebih dari 25%.

“Pergerakan yang terjadi sepertinya lebih kepada dip buying ketimbang respons terhadap kabar terbaru,” ujar Ewa Manthey, Commodities Strategist di ING Bank N/V, seperti dikutip dari Bloomberg News.

(aji)

No more pages