Pergeseran komposisi demi menjaga cost of fund ini menjadi masuk akal, mengingat dalam lelang kemarin yield juga mengalami kenaikan pada semua seri yang ditawarkan, dengan rentang perubahan 0,44% hingga 2,18%.
Kenaikan yield paling tinggi terjadi pada seri likuid FR0109, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimemangkan naik menjadi 7,25% dari 7,1% pada lelang sebelumnya.
Hal serupa terjadi pada FR0108, dengan kenaikan yield menjadi 7,28% dari 7,17% pada lelang sebelumnya. Sementara itu, yield seri FR0106 ikut naik menjadi 7,29% dari 7,21%.
Pada tenor yang lebih panjang seperti FR0107 (tenor 19 tahun), yield juga ikut terkerek menjadi 7,32%. Adapun yield FR0102 (tenor 28 tahun) mengalami kenaikan yield lebih terbatas menjadi 7,38% dari 7,33%.
Kenaikan yield terkonsentrasi pada seri pendek hingga menengah, mengindikasikan pasar melakukan repricing terhadap prospek suku bunga domestik dalam jangka pendek, seiring menguatnya ekspektasi bahwa Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan BI Rate untuk menjaga stabilitas rupiah.
(dsp/aji)



























