Logo Bloomberg Technoz

Sebaliknya, Indonesia belum dapat memanfaatkan pita 3,5 GHz karena frekuensi tersebut masih digunakan oleh layanan satelit tetap (fixed satellite services). Menurut OpenSignal, kendala struktural itu menjadi salah satu faktor yang membuat performa 5G Indonesia masih tertinggal dibandingkan sebagian besar negara di kawasan, termasuk dari sisi ketersediaan jaringan maupun kecepatan unduh.

Berdasarkan data OpenSignal periode 1 Maret hingga 29 Mei 2026, tingkat 5G Availability di Indonesia baru mencapai 33,6%, lebih rendah dibanding Filipina (47,7%), Malaysia (54%), Singapura (67,1%), Jepang (68,2%), hingga Thailand (88,1%).

Sementara itu, kecepatan unduh 5G atau 5G Download Speed di Indonesia tercatat 85,2 megabit per detik (Mbps). Angka tersebut masih berada di bawah Thailand (91,8 Mbps), Filipina (135,9 Mbps), Jepang (150,4 Mbps), Malaysia (224,5 Mbps), bahkan Korea Selatan yang mencapai 486,2 Mbps.

OpenSignal mengapresiasi langkah pemerintah yang tengah menyiapkan lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz setelah sebelumnya melelang pita 1,4 GHz untuk layanan Fixed Wireless Access (FWA). Menurut perusahaan tersebut, tambahan spektrum baru akan meningkatkan cakupan dan kapasitas jaringan 5G di Indonesia.

Pita 700 MHz dinilai akan membantu memperluas jangkauan layanan, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil karena karakteristik propagasi sinyalnya yang lebih baik. Adapun pita 2,6 GHz diproyeksikan meningkatkan kapasitas jaringan di kawasan perkotaan dan pusat aktivitas ekonomi yang memiliki trafik data tinggi.

Meski demikian, OpenSignal menilai pelepasan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz belum cukup untuk mengejar ketertinggalan implementasi 5G tanpa diikuti alokasi pita 3,5 GHz. Komdigi disebut berencana melepas pita tersebut setelah proses lelang 700 MHz dan 2,6 GHz selesai.

Menurut OpenSignal, pelepasan spektrum 3,5 GHz akan menjadi salah satu faktor penentu apakah pengembangan 5G Indonesia benar-benar memasuki fase percepatan dalam 12 bulan ke depan.

Namun, perusahaan analitik data itu juga mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi 5G tidak hanya bergantung pada ketersediaan spektrum, melainkan juga pada tersedianya perangkat yang mendukung frekuensi baru dengan harga yang terjangkau sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

(fik/wep)

No more pages