Dia juga mengapresiasi Inpex Masela Ltd. yang telah menegaskan komitmennya mengembangkan blok tersebut.
“Kita sudah sadar ini 28 tahun yang lalu, dan kita menghargai semua unsur, kita apresiasi kita harus memberi suatu penghargaan sekali lagi kepada semua unsur yang telah memungkinkan proyek ini terwujud,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan Indonesia membuka peluang untuk seluruh mitra dari berbagai negara untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan blok minyak dan gas (migas) di Tanah Air.
Dia menegaskan investor asing yang bermitra dengan Indonesia dalam pengelolaan blok migas harus mendapatkan keuntungan dan tak boleh merugi.
Begitu juga bagi Indonesia, dia menegaskan Indonesia harus tetap meraih keuntungan.
“Para investor harus untung, sekali lagi sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan kita yang malu kalau mitra kita tidak puas kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia,” tegasnya.
Akhir bulan lalu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan Blok Masela ditargetkan mulai berproduksi atau onstream pada 2029 dan dijadwalkan dilakukan pembangunan pada Juli 2026.
“Saya pikir Pak Menteri sudah pernah mengumumkan nih, pada 2030-an ya, 2029-2030 ya, 2029 ya [onstream] sudah mengumumkan dan insyaallah pada Juli ini, awal Juli itu juga ada groundbreaking,” kata Laode, di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (26/6/2026).
Untuk diketahui, investasi proyek LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar tersebut sudah termasuk komponen tambahan US$1 miliar untuk teknologi tangkap dan simpan karbon atau carbon capture and storage (CCS).
Proses analisis dampak lingkungnan (Amdal) telah dituntaskan pada Februari 2026, dan mencakup elemen inti proyek dari pengeboran lepas pantai hingga fasilitas likuifikasi darat (onshore).
Sementara itu, tender engineering, procurement, and construction (EPC) ditargetkan berjalan sepanjang 2026, bersamaan dengan proses menuju keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID).
Pemerintah pusat memberikan komitmen hak kelola atau participating interest (PI) sebesar 10% kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Maluku sebagai bagian dari skema manfaat bagi daerah.
Tadinya, pemegang PI Blok Masela a.l. Inpex Masela Limited sebesar 65%, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) 20%, dan Petronas Masela Sdn. Bhd. 15%.
(azr/wdh)






























