Logo Bloomberg Technoz

Daftar OECD memperlihatkan bahwa negara-negara Eropa mendominasi posisi teratas dalam daftar gaji guru tertinggi dunia.

Setelah Luksemburg, posisi kedua ditempati Swiss dengan gaji maksimum mencapai 137.400 dolar AS atau sekitar Rp2,47 miliar per tahun.

Austria berada di posisi ketiga dengan gaji maksimum 126.700 dolar AS, disusul Jerman sebesar 122.300 dolar AS, serta Belanda dengan 121.000 dolar AS per tahun.

Dominasi tersebut mencerminkan tingginya perhatian pemerintah terhadap kualitas pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan guru.

Selain itu, negara-negara tersebut juga memiliki sistem karier yang jelas sehingga penghasilan guru dapat meningkat seiring bertambahnya pengalaman mengajar.

Australia dan Amerika Utara Tak Ketinggalan

Selain kawasan Eropa, beberapa negara di luar benua tersebut juga menawarkan penghasilan yang sangat kompetitif bagi tenaga pendidik.

Australia menjadi salah satu negara dengan gaji guru tertinggi, yakni mencapai 93.000 dolar AS per tahun.

Kanada kemudian menyusul dengan gaji maksimum 87.300 dolar AS, jumlah yang sama dengan Spanyol.

Amerika Serikat juga masuk dalam sepuluh besar dengan gaji maksimum 83.400 dolar AS setiap tahun.

Besaran tersebut menunjukkan bahwa negara-negara dengan sistem pendidikan maju umumnya memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan guru sebagai bagian dari investasi jangka panjang.

Perbedaan Gaji Awal dan Gaji Maksimum

Gaji ke-13 Cair Mulai 2 Juni 2026, Cek Besaran, Penerima & Potong (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Data OECD juga memperlihatkan adanya perbedaan cukup besar antara gaji awal dan gaji maksimum di sejumlah negara.

Di Luksemburg misalnya, selisih antara gaji awal dan maksimum mencapai lebih dari 73 ribu dolar AS.

Perbedaan tersebut menunjukkan adanya jenjang karier yang memberikan penghargaan kepada guru berdasarkan pengalaman serta masa kerja.

Sementara itu, beberapa negara seperti Meksiko maupun Turkiye memiliki selisih yang lebih kecil sehingga peningkatan penghasilan berlangsung secara lebih bertahap.

Secara umum, hampir seluruh negara dalam daftar tetap memberikan peluang kenaikan gaji yang signifikan seiring bertambahnya pengalaman mengajar.

Daftar 20 Negara dengan Gaji Guru Tertinggi

Berikut daftar lengkap negara dengan gaji guru sekolah menengah atas tertinggi berdasarkan data OECD yang diolah Visual Capitalist.

  1. Luksemburg – Gaji maksimum 173.200 dolar AS per tahun.

  2. Swiss – 137.400 dolar AS per tahun.

  3. Austria – 126.700 dolar AS per tahun.

  4. Jerman – 122.300 dolar AS per tahun.

  5. Belanda – 121.000 dolar AS per tahun.

  6. Australia – 93.000 dolar AS per tahun.

  7. Spanyol – 87.300 dolar AS per tahun.

  8. Kanada – 87.300 dolar AS per tahun.

  9. Amerika Serikat – 83.400 dolar AS per tahun.

  10. Irlandia – 81.600 dolar AS per tahun.

  11. Denmark – 77.700 dolar AS per tahun.

  12. Norwegia – 77.400 dolar AS per tahun.

  13. Turkiye – 77.400 dolar AS per tahun.

  14. Meksiko – 76.000 dolar AS per tahun.

  15. Prancis – 74.200 dolar AS per tahun.

  16. Swedia – 67.700 dolar AS per tahun.

  17. Selandia Baru – 67.100 dolar AS per tahun.

  18. Finlandia – 65.400 dolar AS per tahun.

  19. Skotlandia – 64.400 dolar AS per tahun.

  20. Islandia – 61.200 dolar AS per tahun.

Sebagian besar negara tersebut juga menawarkan gaji awal yang relatif tinggi sehingga profesi guru menjadi salah satu pekerjaan bergengsi di bidang pendidikan.

Apakah Indonesia Masuk Daftar?

Indonesia belum termasuk dalam daftar 20 negara dengan gaji guru tertinggi versi OECD.

Besaran gaji guru di Indonesia masih sangat bervariasi, bergantung pada status kepegawaian, masa kerja, lokasi penugasan, serta berbagai tunjangan yang diterima.

Guru berstatus Aparatur Sipil Negara memperoleh gaji pokok sesuai golongan ditambah berbagai tunjangan, termasuk tunjangan profesi bagi yang telah memenuhi persyaratan sertifikasi.

Sementara itu, guru honorer di berbagai daerah masih menerima penghasilan yang relatif rendah dibandingkan standar internasasional.

Perbedaan tersebut membuat Indonesia belum mampu bersaing dalam daftar negara dengan penghasilan guru tertinggi di dunia.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak dapat dibandingkan hanya dari nominal gaji semata karena setiap negara memiliki biaya hidup, sistem perpajakan, hingga tingkat daya beli yang berbeda.

Mengapa Gaji Guru Berbeda di Setiap Negara?

Ilustrasi Guru (Envato)

Besaran gaji guru dipengaruhi oleh banyak faktor.

Beberapa di antaranya meliputi tingkat pendapatan nasional, anggaran pendidikan, biaya hidup, sistem pendidikan, hingga kebijakan pemerintah mengenai kesejahteraan tenaga pendidik.

Negara dengan ekonomi maju umumnya memiliki kemampuan fiskal yang lebih besar untuk memberikan kompensasi tinggi kepada guru.

Selain itu, profesi guru di negara-negara tersebut sering dipandang sebagai profesi strategis yang berperan besar dalam meningkatkan kualitas generasi masa depan.

Karena itu, peningkatan kesejahteraan guru menjadi bagian dari investasi jangka panjang yang dilakukan pemerintah.

Faktor yang Membuat Profesi Guru Tetap Penting

Terlepas dari perbedaan tingkat penghasilan, profesi guru tetap memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan suatu bangsa.

Berikut beberapa alasan mengapa profesi guru menjadi salah satu pekerjaan paling strategis.

  1. Membentuk karakter dan kemampuan generasi muda.

  2. Menjadi penggerak utama peningkatan kualitas pendidikan.

  3. Mendukung pembangunan sumber daya manusia yang kompetitif.

  4. Berperan dalam menciptakan inovasi melalui dunia pendidikan.

  5. Menjadi fondasi bagi kemajuan ekonomi dan sosial suatu negara.

Peran tersebut membuat banyak negara terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan.

Daftar OECD menunjukkan bahwa negara-negara dengan sistem pendidikan terbaik umumnya juga memberikan penghargaan tinggi kepada tenaga pendidik melalui penghasilan yang kompetitif. Meski Indonesia belum masuk dalam 20 negara dengan gaji guru tertinggi di dunia, berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru terus dilakukan melalui program sertifikasi, tunjangan profesi, dan kebijakan lainnya. Harapannya, peningkatan kesejahteraan tersebut dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional sehingga profesi guru semakin dihargai dan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk berkontribusi di dunia pendidikan.

(seo)

No more pages

Artikel Terkait