Pasar global menunjukkan hasil serupa, di mana Samsung Electronics Co. dan Apple menjadi pengecualian di tengah penurunan pengiriman secara keseluruhan sebesar 6,7%.
Data global memberi gambaran rinci bahwa eskalasi biaya ini mempercepat pembelian perangkat premium, karena konsumen khawatir terus terjadinya kenaikan harga perangkat.
Situasi terbaru menjadi tantangan bagi perusahaan yang berfokus pada segmen harga perangkat yang lebih terjangkau.
“Biaya memori naik hampir 300% dibandingkan setahun lalu, dan kini menyumbang lebih dari 65% dari daftar bahan baku (BOM) di segmen entry-level, sehingga semakin mempersulit kelangsungan usaha,” kata analis IDC Nabila Popal.
“Meski begitu, Apple tak pernah berhenti memberikan kejutan. Di tengah pasar yang sedang lesu, mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit baik di China maupun secara global merupakan bukti luar biasa akan kekuatan merek dan pelaksanaan rantai pasok perusahaan.”
“Prospek kenaikan harga yang semakin mendekat kemungkinan juga mempercepat permintaan.”
(red)





























