Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham energi, saham konsumen non primer, dan saham kesehatan menjadi penopang penguatan IHSG di zona hijau dengan keberhasilan menguat 1,51%, 1,42%, dan 1,31%, disusul oleh kenaikan saham infrastruktur sebesar 1,25%. Senada, saham teknologi menguat 1,14%.

Di sisi berseberangan, sejumlah saham menjadi pemberat pelemahan IHSG hingga berbalik arah yaitu saham–saham keuangan mencatatkan penurunan amat dalam, mencapai 1,67% point-to-point.

Hingga penutupan perdagangan, indeks LQ45 yang berisikan saham–saham big caps tercatat melemah mencapai 0,58% di posisi 598,88.

Adapun saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin pelemahan saham LQ45 karena telah mengalami penurunan harga mencapai 3,43%. Disusul oleh melemahnya saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang amblas 3,35%.

Sedang saham–saham unggulan LQ45 selanjutnya, seperti saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berada pada zona merah dengan kehilangan 3,17%. Saham PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) juga melemah 2,61%.

Sama halnya dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang melemah 2,44%, dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) drop 2,12%.

Utamanya, Phillip Sekuritas Indonesia menyebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bakal kembali memberlakukan blokade terhadap kapal–kapal Iran maupun pihak manapun yang melakukan perdagangan dengan negara tersebut. 

Trump juga menegaskan AS akan menjadi ‘penjaga Selat Hormuz’ dan akan mengenakan biaya sebesar 20% terhadap seluruh kargo yang melintasi jalur pelayaran strategis itu sebagai kompensasi atas biaya pengamanan.

Terlebih lagi AS Central Command menyatakan telah melakukan serangan ke Iran selama 3 hari berturut–turut, melansir Panin Sekuritas. Hingga mendorong kenaikan harga minyak, dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.

Dengan itu, perhatian pasar saat ini tertuju pada rilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/ CPI) AS data bulan Juni. Laporan tersebut diharapkan memberikan investor data penting lainnya saat mereka mengevaluasi arah kebijakan suku bunga acuan Federal Reserve.

Gubernur The Fed Kevin Warsh juga dijadwalkan bakal memberikan kesaksian di hadapan House Financial Services Committee mengenai laporan kebijakan moneter semesteran Bank Sentral AS. 

“Pernyataannya akan dicermati investor untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan,” papar Phillip Sekuritas dalam catatan terbarunya.

(fad)

No more pages