Logo Bloomberg Technoz

Adapun Aan menjelaskan, secara keseluruhan rehabilitasi pascabencana yang dilaksanakan Ditjen Perhubungan Darat yang telah  berlangsung pada 2026 hingga 2027 di tiga provinsi dengan dukungan anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp72,23 miliar.

Mencakup wilayah Aceh sebesar Rp31 miliar, Sumatra Utara 28,42 miliar, dan Sumatra Barat Rp12,47 miliar. "Prioritas penangaran pasca bencana Sumatra melalui rehabilitasi dan rekonstruksi berupa simpul transportasi serta penyediaan fasilitas keselamatan penutupan jalan," jelasnya. 

Sebagai catatan saja, bencana yang terjadi di wilayah itu terjadi pada November 2025 lalu, yang menewaskan setidaknya sebanyak 1.205 korban jiwa. Sebanyak 139 orang lainnya tercatat masih hilang.

Kemudian, sekitar 29 desa juga tercatat hilang terhempas banjir dan ratusan ribu rumah masyarakat rusak.

Dana Bencana Belum Terserap Penuh

Akhir Mei lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp60 triliun untuk pemulihan bencana Pulau Sumatra November 2025 lalu.

Namun, dia mengakui dana tersebut hingga saat ini belum maksimal terserap penuh oleh Kementerian/Lembaga (K/L). Dia mengatakan, penyebabnya ada masih ada kekurnagan dokumen untuk pengajuan.

"Dari awal tahun, dari akhir tahun lalu kita sudah siapin Rp60 triliun, ternyata dipakai lebih sedikit tahun ini karena dibagi tiga untuk pembangunan infrastrukturnya," ujarnya kepada wartawan usai Rapat Pemulihan Pascabencana Sumatra di Gedung Parlemen, Senin (25/5/2026).

Hanya saja, Purbaya mengatakan otoritas fiskal siap menjemput bola untuk membantu memastikan kelengkapan dokumen dalam pengajuan anggaran tersebut.

Hal tersebut dilakukan dengan membentuk tim khusus melalui Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Dia berharap langkah tesebut dapat mempercepat proses pencairan anggaran yang memang dikhususkan untuk pemulihan bencana Sumatra.

"Jadi, approach dari Kemenkeu sekarang beda," kata Purbaya.

"Saya bilang ke Dirjen Anggaran sekarang, kalau ada pengajuan anggaran yang berhubungan dengan bencana ini, setiap hari di-follow up. Nanti kalau mereka nggak bisa nyiapin, kita kirim orang ke sana untuk membantu menyiapkan."

(ain)

No more pages