Logo Bloomberg Technoz

Daftar 14 Zona Merah Megathrust di Indonesia

Referensi
13 July 2026 13:20

Mengenal Gempa Megathrust yang Diprediksi Terjadi di Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Mengenal Gempa Megathrust yang Diprediksi Terjadi di Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Risiko gempa bumi besar di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah pemerintah memperbarui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024. Peta terbaru mencatat terdapat 14 zona megathrust yang berpotensi memicu gempa berkekuatan besar, bertambah dari 13 zona pada peta edisi 2017.

Pembaruan tersebut menunjukkan sejumlah wilayah memiliki tingkat bahaya kegempaan yang lebih tinggi. Kontur bahaya pada peta terbaru juga terlihat semakin rapat, yang mengindikasikan peningkatan potensi ancaman gempa di beberapa kawasan Indonesia.

Peringatan BMKG, Curah Hujan Masih Tinggi 10 Hari ke Depan (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Daftar 14 Zona Megathrust di Indonesia

Berikut 14 zona megathrust beserta potensi magnitudo maksimumnya:

  1. Aceh-Andaman, magnitudo maksimum 9,2.

  2. Nias-Simeulue, magnitudo maksimum 8,7.

  3. Batu, magnitudo maksimum 7,8.

  4. Mentawai-Siberut, magnitudo maksimum 8,9.

  5. Mentawai-Pagai, magnitudo maksimum 8,9.

  6. Enggano, magnitudo maksimum 8,9.

  7. Jawa, magnitudo maksimum 9,1.

  8. Jawa Bagian Barat, magnitudo maksimum 8,9.

  9. Jawa Bagian Timur, magnitudo maksimum 8,9.

  10. Sumba, magnitudo maksimum 8,9.

  11. Sulawesi Utara, magnitudo maksimum 8,5.

  12. Palung Cotabato, magnitudo maksimum 8,3.

  13. Filipina Selatan, magnitudo maksimum 8,2.

  14. Filipina Tengah, magnitudo maksimum 8,1.

Mengapa Jumlah Zona Bertambah?


Penambahan jumlah zona megathrust merupakan hasil pembaruan kajian ilmiah mengenai sumber gempa aktif di Indonesia. Selain bertambahnya jumlah segmen, peta terbaru juga menunjukkan beberapa wilayah memiliki potensi guncangan yang lebih besar dibandingkan pemetaan sebelumnya.

Para ahli menilai perubahan tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan standar bangunan, mitigasi bencana, serta perencanaan tata ruang di wilayah rawan gempa.

BMKG Ingatkan Potensi Seismic Gap