Bahkan, sistem AI melaporkan aksi pencurian data tersebut sebagai keberhasilan dalam menyelesaikan permainan.
Respons Perusahaan AI
LayerX mengungkapkan telah melaporkan temuan tersebut kepada sejumlah pengembang AI sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026.
Respons yang diberikan masing-masing perusahaan berbeda.
OpenAI disebut telah memperbaiki celah keamanan pada ChatGPT Atlas. Sementara itu, Perplexity dilaporkan belum melakukan perubahan terhadap temuan tersebut. Beberapa pengembang lain juga disebut belum memberikan tanggapan, sedangkan Anthropic telah merilis perbaikan untuk Claude meski dinilai belum sepenuhnya mengatasi masalah.
Cara Melindungi Diri
Pengguna disarankan lebih berhati-hati saat menggunakan agen AI yang memiliki akses ke browser, dokumen, maupun layanan digital lainnya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
-
Hindari memberikan akses AI ke data yang tidak diperlukan.
-
Batasi izin akses AI hanya pada tugas tertentu.
-
Jangan membuka tautan mencurigakan melalui agen AI.
-
Tinjau kembali izin yang telah diberikan kepada aplikasi AI.
-
Hindari menyimpan kredensial penting pada layanan yang dapat diakses otomatis oleh AI.
Ancaman Semakin Kompleks
Temuan BioShocking menunjukkan bahwa perkembangan AI juga diikuti dengan munculnya teknik serangan siber yang semakin kompleks. Alih-alih menyerang sistem secara langsung, pelaku memanfaatkan cara berpikir AI untuk menjalankan perintah yang seharusnya ditolak.
Karena itu, pengguna maupun perusahaan disarankan menerapkan prinsip least privilege, yakni hanya memberikan akses minimum yang benar-benar diperlukan kepada agen AI guna mengurangi risiko kebocoran data.
(seo)































