Logo Bloomberg Technoz

Sang CEO ini menyampaikan pernyataan tersebut setelah SK Hynix mampu mengumpulkan dana US$26,5 miliar melalui penawaran American Depositary Receipt (ADR). Ini merupakan penawaran saham perdana terbesar dalam kategori tersebut yang pernah dilakukan oleh perusahaan asing.

Kwak menegaskan bahwa salah satu alasan di balik penawaran tersebut adalah untuk berkolaborasi lebih erat dengan pelanggan di bidang kecerdasan buatan serta meningkatkan akses terhadap talenta AI. Ketika ditanya apakah SK Hynix akan mempertimbangkan untuk memindahkan produksi memori ke AS, ia mengatakan tidak akan menutup kemungkinan tersebut. Namun, lokasi-lokasi tersebut harus memenuhi kriteria perusahaan terkait pasokan listrik, air, dan ketersediaan talenta.

“Kami perlu pindah ke pusat AI di AS, untuk berkolaborasi lebih erat dengan mereka, tumbuh bersama, dan berkontribusi pada ekosistem AI,” kata Kwak.

Penawaran saham ini menjadi puncak dari kisah kebangkitan yang luar biasa. SK Hynix lahir dari upaya penyelamatan yang dipimpin oleh kreditor di Korea Selatan terhadap dua perusahaan pendahulunya — LG Semiconductor dan Hyundai Electronics — dan bisnis ini berjuang selama bertahun-tahun menghadapi siklus pasang surut.

Pembangunan infrastruktur AI yang dipimpin oleh Nvidia Corp. telah mengubah dinamika pasar. SK Hynix merupakan pelopor chip HBM, yang terbukti sangat berharga ketika dipadukan dengan prosesor AI Nvidia. Untuk diketahui, SK Hynix juga telah menandatangani lebih banyak kontrak jangka panjang dengan pelanggan, yang membantu mengurangi risiko kelebihan pasokan di masa depan.

Micron Mengatakan Krisis Memori Akibat AI (Bloomberg)

Micron, pesaing SK Hynix dari AS, juga memperkirakan bahwa krisis pasokan memori ini akan berlangsung selama bertahun-tahun. “Saat ini kami belum dapat memperkirakan kapan pasokan memori akan mampu mengejar permintaan yang terus meningkat,” kata CEO Micron, Sanjay Mehrotra, bulan lalu dalam konferensi telepon pasca-pengumuman laporan keuangan.

(bbn)

No more pages