Logo Bloomberg Technoz

Kolaborasi BSI dan BPJS Perluas Akses Hunian Syariah


(Dok. BSI)
(Dok. BSI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mempercepat ekspansi pembiayaan kepemilikan rumah berbasis syariah melalui kolaborasi strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi jutaan pekerja penerima upah di Indonesia.

Sinergi antara kedua institusi tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih inklusif, kompetitif, dan sesuai prinsip syariah. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan pekerja melalui kepemilikan hunian yang layak dan terjangkau.

Melalui kerja sama tersebut, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan BSI Griya dengan berbagai kemudahan. Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan adalah kepastian besaran angsuran hingga masa pembiayaan berakhir.

Selain itu, nasabah juga memperoleh pilihan tenor yang cukup panjang hingga 30 tahun. Skema tersebut dinilai dapat membantu pekerja menjaga kestabilan arus kas bulanan sekaligus mempermudah perencanaan keuangan keluarga dalam jangka panjang.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan sektor perumahan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena mampu menggerakkan berbagai industri terkait. Oleh sebab itu, BSI menilai penguatan pembiayaan perumahan perlu terus diperluas.

Menurutnya, kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu langkah konkret untuk mendukung agenda pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan nasional yang masih menjadi tantangan hingga saat ini.

"Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap berbagai industri turunan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil," ujar Anggoro.

BSI juga melihat kebutuhan kepemilikan rumah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pekerja muda di Indonesia. Kelompok usia produktif saat ini bahkan menjadi kontributor utama dalam portofolio pembiayaan rumah perseroan.

Anggoro menjelaskan bahwa BSI Griya dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang menginginkan kepastian cicilan tanpa terpengaruh perubahan suku bunga seperti pada pembiayaan konvensional.

Dengan sistem syariah, besaran angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan. Kondisi tersebut memberikan kepastian dalam pengelolaan keuangan keluarga dan membantu nasabah menyusun rencana keuangan secara lebih terukur.

Kinerja BSI Griya Terus Tumbuh Positif

Komitmen BSI dalam memperkuat pembiayaan sektor perumahan tercermin dari pertumbuhan bisnis yang terus berlanjut sepanjang tahun ini. Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan BSI Griya tercatat telah mencapai Rp60,80 triliun.

Nilai tersebut menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap pembiayaan rumah berbasis syariah masih sangat besar. Perseroan optimistis tren pertumbuhan tersebut akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan syariah.

Di sisi lain, kinerja keuangan BSI secara keseluruhan juga menunjukkan kondisi yang solid. Hingga Mei 2026, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun.

Perolehan laba tersebut meningkat 16,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan pembiayaan yang tetap terjaga di berbagai segmen bisnis.

Total penyaluran pembiayaan BSI hingga Mei 2026 mencapai Rp335 triliun atau meningkat 14,60% secara tahunan. Segmen konsumer menjadi salah satu kontributor utama terhadap pertumbuhan tersebut.

Pertumbuhan pembiayaan yang agresif juga diimbangi dengan pengelolaan risiko yang prudent. Hal ini terlihat dari kualitas pembiayaan yang tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis yang terus dilakukan perseroan.

BSI mencatat rasio Non Performing Financing atau NPF Gross sebesar 1,80% pada Mei 2026. Angka tersebut membaik dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 1,88%.

Perbaikan kualitas aset tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ekspansi pembiayaan yang dilakukan BSI tetap berada pada koridor manajemen risiko yang sehat dan terukur.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan menilai kerja sama dengan BSI akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para peserta. Kehadiran bank syariah nasional tersebut diharapkan dapat menambah pilihan pembiayaan rumah bagi pekerja Indonesia.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses terhadap Manfaat Layanan Tambahan atau MLT perumahan bagi peserta.

Menurutnya, keberadaan BSI sebagai bank penyalur MLT akan membuka kesempatan lebih besar bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memperoleh pembiayaan rumah dengan prinsip syariah yang sesuai kebutuhan.

Saiful menilai kepemilikan rumah merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kesejahteraan jangka panjang. Dengan memiliki hunian sendiri, pekerja dapat mempersiapkan masa depan keluarga dengan lebih baik.

Ia menambahkan, terpenuhinya kebutuhan dasar berupa tempat tinggal juga dapat meningkatkan rasa aman dan kenyamanan pekerja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat berdampak positif terhadap produktivitas kerja sekaligus memperkuat kualitas hidup peserta BPJS Ketenagakerjaan pada masa mendatang.

"Kolaborasi ini akan terus kami dorong untuk berkembang lebih lanjut, tidak hanya pada Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan, tetapi juga untuk memberdayakan para penerima manfaat atau ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan," pungkas Saiful.

Ke depan, sinergi antara BSI dan BPJS Ketenagakerjaan diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama peningkatan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Kolaborasi lintas institusi tersebut juga diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat pekerja.

Dengan dukungan fundamental bisnis yang kuat dan jaringan layanan yang terus berkembang, BSI optimistis dapat memperluas peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia melalui layanan keuangan syariah.