Lonjakan biaya produksi tersebut diperkirakan akan memengaruhi strategi harga Apple saat meluncurkan iPhone 18 Pro Max ke pasar. Lembaga ini memperkirakan perusahaan tidak akan menerapkan kenaikan harga yang sama untuk seluruh varian penyimpanan.
Sebagai gantinya, Apple diperkirakan akan membedakan besaran kenaikan harga ritel pada setiap varian kapasitas penyimpanan untuk mengurangi tekanan terhadap margin keuntungan, terutama pada model dengan kapasitas besar.
Meski demikian, Counterpoint memperkirakan gross margin atau margin laba kotor iPhone 18 Pro Max masih akan lebih rendah dibandingkan iPhone 17 Pro Max, bahkan apabila Apple menaikkan harga jual rata-rata sekitar US$200.
Perhitungan tersebut didasarkan pada estimasi biaya produksi saat produk dirilis dan membandingkan model iPhone 17 Pro Max serta estimasi iPhone 18 Pro Max dengan konfigurasi RAM 12GB dan penyimpanan internal 1TB.
(wep)
































