Logo Bloomberg Technoz

OpenAI mengklaim model suara terbaru juga mampu memahami konteks percakapan dalam durasi yang lebih panjang. Dalam demonstrasinya, perusahaan menunjukkan AI dapat tetap diam untuk menyerap konteks pembicaraan sebelum memberikan respons saat dibutuhkan. Selain itu, GPT-Live-1 disebut mampu menyajikan informasi dalam format visual karena telah terintegrasi dengan model GPT generasi terbaru.

Menurut OpenAI, lebih dari 150 juta pengguna sudah menggunakan fitur berbasis suara seperti Voice dan Dictation di ChatGPT. Perusahaan menilai antarmuka suara berpotensi menjadi cara utama pengguna berinteraksi dengan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan yang semakin kompleks.

"Berbagai penggunaan yang saat ini dilakukan melalui Codex dan ChatGPT, kami yakin di masa depan dapat dilakukan melalui antarmuka suara," ujar Eleti. Meski demikian, OpenAI mengakui model suara terbaru tersebut masih memerlukan penyempurnaan. Dalam demonstrasi fitur penerjemahan langsung ke bahasa Hindi, misalnya, AI masih berbicara dengan aksen Amerika yang cukup kuat dan menghasilkan pelafalan yang dinilai kurang natural.

OpenAI juga menegaskan model terbaru tersebut tidak dirancang sebagai AI companion atau teman virtual. Perusahaan mengatakan sistem telah dilengkapi mekanisme pengamanan untuk memberikan respons yang sesuai bagi pengguna remaja serta menyediakan rujukan apabila percakapan mengarah pada topik sensitif seperti tindakan menyakiti diri sendiri.

(wep)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone