Logo Bloomberg Technoz

Nafan menyematkan titik suport sekitar 5.848 dan 5.723 dengan resistance 5.972 dan 6.127.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 5.800, pivot 5.900, dan resistance 6.000. 

Secara teknikal, IHSG telah ditutup di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan 10 hari (MA10), meski masih berada di bawah MA20. Di sisi lain, histogram MACD positif terus melebar dan Stochastic RSI menguat di area pivot.

"Sehingga secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (7/7/2026).

Namun, penguatan tersebut belum sepenuhnya didukung aktivitas transaksi. Phintraco Sekuritas mencatat, volume dan nilai perdagangan masih relatif sepi, dengan total volume sekitar 19,6 miliar saham dan nilai transaksi lebih dari Rp9,4 triliun.

Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata harian yang mencapai lebih dari 41 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp24 triliun.

Menurut Phintraco, kondisi tersebut mencerminkan aktivitas pasar yang masih didominasi investor domestik, sementara sebagian pelaku pasar memilih bersikap wait and see di tengah minimnya katalis positif dan maraknya penawaran umum perdana saham (IPO).

"Relatif menurunnya volume dan nilai transaksi akhir-akhir ini diperkirakan karena perdagangan lebih didominasi oleh investor domestik, serta investor yang cenderung wait and see di tengah minimnya katalis positif dan di tengah maraknya IPO," lanjut riset tersebut.

Selain itu, musim liburan sekolah dan berlangsungnya Piala Dunia 2026 juga dinilai ikut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar saham.

Dari sisi sentimen domestik, pasar turut mencermati rencana penyesuaian kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua Badan Anggaran DPR memperkirakan kebutuhan anggaran program tersebut turun menjadi sekitar Rp174 triliun pada 2027 dari sebelumnya Rp268 triliun.

Phintraco menilai penurunan kebutuhan anggaran tersebut berpotensi mengurangi tekanan terhadap defisit APBN sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

Sementara itu, analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai penguatan IHSG masih didominasi volume pembelian, meski pergerakannya masih tertahan oleh area MA20.

"Posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam," ujar Herditya dalam risetnya.

Meski demikian, Herditya mengingatkan bahwa IHSG masih memiliki risiko terkoreksi ke kisaran 5.472 hingga 5.540.

Investor juga diminta mencermati skenario alternatif, yakni apabila IHSG sedang membentuk awal wave [v] dari wave 3 yang membuka peluang tren penguatan berlanjut.

(cpa/naw)

No more pages