Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Rupiah Finis di Zona Hijau Pekan Lalu

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 July 2026 07:02

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan pekan lalu dengan penguatan 0,22% ke posisi Rp17.954/US$, seiring terpangkasnya penguatan dolar Amerika Serikat (AS) setelah bank sentral AS mengirim sinyal dovish

Indeks dolar AS terhadap mata uang utama melemah 0,13% ke 100,72. Pelemahan ini mendorong penguatan pada hampir semua mata uang Asia.

Dari zona hijau won Korea Selatan menguat paling tajam bersama baht Thailand, disusul ringgit Malaysia, rupiah, peso Filipina, dolar Singalura, yen Jepang, dan rupee India. Sementara, yuan offshore dan yuan China menguat terbatas.


Sebaliknya, dolar Taiwan dan dolar Hong Kong melemah terbatas, masing-masing 0,07% dan 0,01%. 

Mata uang Asia menguat tertopang sentimen sinyal dovish The Fed, pada Jumat (3/7/2026). (Bloomberg)

Bagi rupiah, penguatan hari ini belum sepenuhnya mencerminkan membaiknya kondisi fundamental domestik. Penguatan kali ini lebih banyak ditopang oleh pelemahan dolar AS secara global setelah pelaku pasar kembali meningkatkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.