Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, pihaknya memaparkan perkembangan tantangan teknis di lapangan. ATSI menilai masih diperlukan waktu untuk memastikan proses pengambilan foto wajah oleh masyarakat dapat berjalan lancar dan memenuhi standar akurasi yang dipersyaratkan pemerintah.

Operator, lanjut Marwan, kini masih menunggu umpan balik dari masyarakat terkait proses registrasi menggunakan teknologi pengenalan wajah dimana implementasi baru berjalan tepat 1 Juli kemarin. "Yang sudah ada gambaran kan tentunya bagaimana nanti masyarakat mengambil gambar wajah. Nah itu yang kami masih mencari feedback," kata Marwan

Marwan menambahkan bahwa perhatian utama operator bukan hanya pada kelancaran proses pengambilan foto wajah, tetapi juga apakah hasil pemindaian tersebut mampu memenuhi tingkat akurasi yang ditetapkan pemerintah. Hal tersebut penting karena tidak semua perangkat milik masyarakat punya emampuan sensor maupun kamera yang sama untuk mendukung proses biometrik.

"Kalau kita lihat lagi, telepon sekarang kan masih belum semua memiliki teknologi yang sensor muka ini. Terus, soal biometrik ini kan, lihat akurasinya. Pemerintah memang mewajibkan akurasi di atas 95%. Nah bagaimana nanti masyarakat memotret wajahnya itu jadi penting," ujarnya. 

Oleh karena itu, ATSI meminta pemerintah memberikan waktu bagi operator untuk mengumpulkan data implementasi di lapangan sebelum menarik kesimpulan mengenai efektivitas kebijakan tersebut. "Mungkin kasih sebulan lah kita tunggu [menunggu feedback]. Baru nanti kita sudah tahu kira-kira seperti apa gambarannya," kata Marwan.

Sebelumnya, pemerintah resmi memberlakukan registrasi biometrik untuk setiap aktivasi nomor seluler pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut diklaim sebagai upaya memperkuat keamanan identitas digital sekaligus menekan maraknya penipuan berbasis nomor seluler, seperti spam call , phising, dan penyalahgunaan one-time password (OTP).

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan seluruh operator seluler telah menyelesaikan penyesuaian sistem sehingga registrasi biometrik dapat diterapkan secara nasional melalui gerai layanan, aplikasi, maupun situs resmi masing-masing operator.

"Seluruh operator seluler kini telah menyelesaikan penyesuaian sistem untuk penerapan registrasi biometrik secara nasional mulai 1 Juli 2026 melalui gerai layanan, aplikasi, maupun situs resmi masing-masing operator," ujar Edwin.

(fik/wep)

No more pages