Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, daya beli masyarakat yang masih lemah serta tekanan inflasi turut mengurangi kemapuan pasar domestik dalam menyerap produk industri. "Akibat tren negatif permintaan, banyak perusahaan terpaksa mengurangi output atau volume produksi dalam beberapa bulan berturut-turut."

Sehingga berkaca pada apa yang terjadi di sektor manufaktur saat ini, Kadin, ungkap Kamrussamad mendorong agar pemerintah segera mengevaluasi arah kebijakan industri nasional. 

"Kami mendorong Pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian segera mereview arah kebijakan industri nasional," tuturnya.

Perlu diketahui, aktivitas manufaktur Indonesia pada Juni mengalami kontraksi. Penurunan permintaan menjadi penyebab. Pada Rabu (1/7/2026), S&P Global melaporkan aktivitas manufaktur yang diukur dengan PMI untuk periode Juni ada di 46,9. Turun dari posisi Mei yang sebesar 50.

PMI di bawah 50 menandakan aktivitas yang mengalami kontraksi, bukan ekspansi. Skor PMI 46,9 menjadi yang terendah dalam setahun terakhir.

"Permintaan baru (new orders) mengalami penurunan terdalam sejak April tahun lalu. Beban kerja yang menurun ikut menyebabkan penurunan pembelian bahan baku dan penciptaan lapangan kerja," ungkap keterangan tertulis S&P Global.

Dari sisi harga, terjadi kenaikan yang substansial. Biaya input mengalami lonjakan tertinggi sejak September 2013. Sebagai respons, dunia usaha pun menaikkan harga produk dengan laju tercepat dalam hampir 13 tahun.

Permintaan pun turun cukup tajam. New orders turun untuk kali pertama dalam tiga bulan, dengan laju tercepat dalam setahun terakhir. Dunia usaha mengungkapkan bahwa ini terkait dengan penurunan daya beli konsumen, akibat harga yang melambung tinggi.

(ain)

No more pages