Logo Bloomberg Technoz

Anthropic mengatakan dalam unggahan terpisah bahwa mereka sedang mengaktifkan kembali Fable 5 dengan serangkaian pengklasifikasi baru untuk menargetkan dan memblokir lebih banyak tugas keamanan siber. Startup asal San Francisco ini juga telah mulai mengembangkan kerangka kerja untuk menganalisis upaya jailbreak dan mengevaluasi respons bersama dengan Amazon.com Inc., Microsoft Corp., Google (bagian dari Alphabet Inc.), dan mitra lainnya dalam Project Glasswing, sebuah kelompok yang terdiri dari sekitar 200 organisasi yang telah disetujui oleh Anthropic untuk menggunakan Mythos guna mendeteksi kerentanan siber. 

Anthropic ingin Claude menjadi rekan kerja slack yang baru(Bloomberg)

Anthropic akan membuka akses Fable 5 bagi pengguna di seluruh dunia melalui platformnya mulai Rabu, dan akan memungkinkan penggunaannya pada layanan cloud yang dioperasikan oleh Amazon, Google, dan Microsoft “secepat mungkin,” demikian disampaikan dalam sebuah postingan blog. Akses ke Mythos 5 telah dipulihkan bagi beberapa organisasi di AS, kata perusahaan tersebut, dan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah AS untuk memperluas akses tersebut bagi lebih banyak anggota Project Glasswing, baik di dalam negeri maupun internasional. 

Anthropic berharap kolaborasinya dengan pemerintah dan mitra lainnya akan membantu menciptakan landasan bagi aturan bagi seluruh industri. Aturan-aturan tersebut harus dituangkan ke dalam regulasi dan “diterapkan secara setara di antara para pengembang model terdepan,” kata perusahaan tersebut, seraya mendesak adanya proses yang “tahan lama dan transparan” terkait keterlibatan pemerintah dalam peluncuran AI.

Pembatasan ketersediaan model Anthropic telah menimbulkan dampak luas di industri AI dan memunculkan pertanyaan mengenai apakah kontrol ekspor dapat digunakan untuk mengatur akses terhadap model AI.

Dalam beberapa hari terakhir, para eksekutif Anthropic, termasuk salah satu pendiri Tom Brown, telah membahas masalah ini dengan Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan pejabat lainnya untuk menyelesaikan masalah mendesak pemerintah terkait rilis terbaru perusahaan tersebut, seperti yang dilaporkan Bloomberg sebelumnya.

Kiat untuk mencabut pembatasan ekspor tersebut adalah meredakan kekhawatiran para pejabat Gedung Putih terkait pembatasan kemampuan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui sistem pengaman model-model tersebut.

Dalam surat yang dikirimkan pada Selasa kepada Anthropic, sebagaimana Bloomberg lihat, Lutnick mengatakan bahwa perusahaannya telah berjanji untuk “secara proaktif mencegah dan menangani risiko keamanan yang terkait dengan model-model tersebut.” Sekretaris tersebut mengatakan bahwa Anthropic telah setuju untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menyusun “protokol dan standar” untuk model-model di masa depan.

Startup di balik chatbot Claude ini pinya valuasi US$965 miliar usai putaran pendanaan terbarunya, menjadikannya salah satu perusahaan swasta paling berharga di dunia. Anthropic mengumumkan pada 1 Juni bahwa mereka telah mengajukan permohonan penawaran umum perdana (IPO). Perusahaan juga tengah mempertimbangkan untuk go public secepatnya pada bulan Oktober.

Awal bulan ini, Anthropic  merilis Fable 5 sebagai versi pertama dari model kelas Mythos yang diperuntukkan bagi publik, namun dilengkapi dengan batasan yang bertujuan untuk mengendalikan seluruh jangkauan kemampuan sibernya.

Fable 5 dilarang merespons jenis pertanyaan tertentu, termasuk yang berkaitan dengan keamanan siber dan biologi. Dalam kasus tersebut, Anthropic menyatakan bahwa chatbot Claude-nya akan mengalihkan respons melalui model lain yang disebut Opus 4.8.

Walau kini telah dicabut, arahan pengendalian ekspor dari departemen tersebut menandai intervensi paling signifikan yang pernah dilakukan pemerintah AS hingga saat ini terhadap operasional sebuah perusahaan AI. Keputusan membatasi ketersediaan model-model Anthropic juga menimbulkan dampak luas di seluruh industri, terutama di startup pesaingnya, OpenAI, yang membatasi peluncuran model AI baru yang canggih, GPT-5.6, di bawah tekanan dari pemerintahan Trump.

CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan pada hari Jumat bahwa atas permintaan pemerintah AS, perusahaan akan meluncurkan model 5.6 Sol terbarunya dalam versi previdw kepada mitra-mitra terpilih yang telah disetujui oleh pemerintahan tersebut, sebelum membuatnya tersedia secara lebih luas.

Keputusan pada hari Selasa untuk melonggarkan pembatasan terhadap model Fable milik Anthropic juga meredakan ketegangan yang membebani hubungan startup tersebut dengan pemerintahan Trump yang memang sudah rapuh. Perusahaan tersebut sedang menggugat Pentagon setelah Menteri Pete Hegseth pada bulan Maret menetapkan perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasokan menyusul proses renegosiasi kontrak yang berantakan dan tidak berhasil. 

Pelonggaran pembatasan terhadap Fable 5 sebelumnya telah dilaporkan oleh Politico dan Wired.

(bbn)

No more pages