"Kepercayaan konsumen merangkak naik pada bulan Juni karena penurunan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir memberikan sedikit kelegaan terhadap kekhawatiran inflasi konsumen," ujar Dana Peterson, kepala ekonom di The Conference Board, dalam sebuah pernyataan resmi.
Dalam survei tersebut, persentase konsumen yang menyatakan bahwa lapangan kerja masih melimpah meningkat sedikit. Namun, persentase yang menyebut bahwa lapangan kerja sulit didapat melonjak ke titik tertinggi dalam lebih dari lima tahun. Selisih antara kedua indikator ini pun merosot ke level terendah sejak awal tahun 2021.
Indikator rencana konsumen untuk pergi berlibur dalam enam bulan ke depan juga turun ke level terendah sejak April 2021. Meski begitu, niat warga untuk membeli mobil, rumah, atau barang-barang elektronik berbiaya besar seperti televisi terpantau meningkat pada bulan Juni.
Laporan terpisah mengenai sentimen konsumen dari University of Michigan juga menunjukkan perbaikan bulan ini. Namun, posisi bulan Mei dan Juni tetap tercatat sebagai periode terendah pertama dan kedua sepanjang sejarah pencatatan data sejak era 1970-an. Sebagai catatan, survei Michigan lebih menekankan pada pandangan tentang keuangan pribadi dan biaya hidup, sementara indeks Conference Board umumnya lebih berfokus pada kondisi pasar tenaga kerja dan situasi bisnis.
Di saat yang sama, pengeluaran konsumen di AS sejauh ini masih tergolong tangguh, sebagian terbantu oleh pengembalian pajak, bersamaan dengan lonjakan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.
Sebuah laporan terpisah pada hari Selasa menunjukkan lowongan pekerjaan di AS tidak banyak berubah pada bulan Mei, mengindikasikan bahwa permintaan tenaga kerja tetap stabil. Laporan ketenagakerjaan bulan Juni yang akan dirilis pada hari Kamis diproyeksikan bakal menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang solid untuk bulan keempat berturut-turut.
Ekspektasi inflasi untuk tahun depan juga turun tipis dalam survei Conference Board kali ini. Meski demikian, hampir 62% responden tetap memperkirakan bahwa suku bunga dalam 12 bulan ke depan akan berada di level yang lebih tinggi. Terlebih lagi, semakin banyak pembuat kebijakan yang memberikan peringatan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mungkin perlu menaikkan suku bunga tahun ini guna meredam kenaikan inflasi.
Adapun periode pengambilan sampel untuk survei laporan ini berlangsung dari tanggal 1 hingga 23 Juni.
(bbn)



























