Proyek ini juga tidak berkontribusi apa pun dalam mengurangi ketergantungan Uni Eropa pada energi Rusia, karena bahan bakar nuklir Mochovce dipasok sepenuhnya oleh TVEL Fuel Co milik Rosatom—setidaknya untuk saat ini.
Pembangkit baru ini akan “memastikan kita memiliki pasokan energi yang andal setiap saat,” kata Branislav Strycek, CEO Slovenske Elektrarne, perusahaan utilitas yang dikendalikan oleh miliarder Ceko Daniel Kretinsky dan mengoperasikan kompleks tersebut. “Ini merupakan langkah maju yang signifikan bagi Slovakia dan kawasan Eropa Timur secara luas.”
Beberapa negara di Eropa sedang menambah reaktor dalam upaya memperkuat keamanan energi tanpa membakar bahan bakar fosil dan mengancam target iklim. Meski energi terbarukan juga berkembang pesat, pembangkit nuklir dapat menyediakan listrik sepanjang waktu, beroperasi terlepas dari kondisi cuaca untuk menstabilkan jaringan listrik.
Reaktor baru di Mochovce akan mulai beroperasi hanya beberapa tahun, setelah unit lain di lokasi yang luas tersebut terhubung ke jaringan listrik. Prancis dan Finlandia juga telah menambah pembangkit listrik tenaga nuklir sejak tahun 2023.
Dominasi Rusia
Terlepas dari upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil—termasuk rencana Uni Eropa untuk menghentikan secara bertahap penggunaan gas Rusia pada akhir tahun depan—cengkeraman Moskwa pada pasokan bahan bakar nuklir tetap ada.
Faktanya, Slovenske Elektrarne telah menimbun cukup bahan bakar dari TVEL untuk memasok enam reaktornya hingga tahun 2031.
Namun, perusahaan utilitas ini juga berupaya melakukan diversifikasi, bekerja sama dengan Westinghouse Electric Co dan Framatome dari Prancis terkait pasokan di masa mendatang.
Pengiriman pertama dari kedua perusahaan tersebut diperkirakan pada 2028, meski bahan bakar Framatome awalnya akan diproduksi oleh usaha patungan Prancis-Rusia dan baru akan sepenuhnya menjadi milik Eropa dalam waktu sekitar satu dekade.
Rusia diperkirakan menyumbang 40% dari kapasitas pengayaan uranium dunia. Slovakia menolak usulan Komisi Eropa untuk segera menghentikan impor bahan bakar nuklir Rusia, dengan alasan bahwa pemasok global alternatif belum memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan.
Uni Eropa memang memiliki kemampuan pengayaan sendiri. Jika blok tersebut melarang negara lain menggunakannya, secara teori Slovenske Elektrarne dapat menghentikan penggunaan bahan bakar Rusia pada tahun 2032, kata Strycek dalam wawancara pada Jumat.
Pangsa Energi Nuklir Meningkat
Reaktor VVER-440 baru di Mochovce diperkirakan akan menghasilkan sekitar 3,5 terawatt-hour listrik per tahun, sehingga meningkatkan pangsa energi nuklir dalam total pembangkit listrik Slovakia menjadi 77%, menurut Strycek.
Pekerjaan pembangunan dua reaktor terakhir di Mochovce dimulai pada tahun 1987, tetapi dihentikan pada awal tahun 1990-an ketika ekonomi terpusat runtuh setelah komunisme jatuh.
Perdana Menteri Robert Fico-lah yang pada 2008 mendesak Enel SpA dari Italia—pemilik Slovenske Elektrarne saat itu—untuk melanjutkan pembangunan. Proyek tersebut semula diperkirakan akan selesai dalam lima tahun dengan biaya sekitar €2,8 miliar, tetapi pada akhirnya biayanya membengkak menjadi €6,7 miliar.
Hanya pembangkit listrik tenaga nuklir Watts Bar di Tennessee, Amerika Serikat, yang membutuhkan waktu pembangunan lebih lama, yaitu selama 43 tahun.
Selain Mochovce, pemerintah Slovakia memiliki rencana untuk membangun reaktor lain di Jaslovske Bohunice di bagian barat negara itu, bekerja sama dengan Westinghouse. Proyek ini masih dalam tahap awal, dan diperkirakan baru akan selesai sekitar tahun 2040.
Slovakia sudah mandiri dalam produksi listrik, yang berarti seluruh kapasitas baru diperkirakan akan diekspor.
(bbn)




























