Logo Bloomberg Technoz

Di saat yang sama, lembaga keuangan tersebut juga meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Malaysia, yang diramal menjadi 5%, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya 4,6%. 

Setali tiga uang, penguatan rupiah sore ini mendapat dukungan dari aksi beli yang terjadi di pasar Surat Utang Negara (SUN) alias obligasi.  

Di pasar obligasi, terjadi penurunan imbal hasil (yield) di mayoritas tenor. Melansir data Bloomberg, penurunan yield paling tajam terjadi pada tenor 5 tahun turun 5,2 bps menjadi 7.08%.

Disusul tenor 16 tahun yang turun 4,6 bps ke 7,3%, sementara tenor 6 tahun dan 8 tahun masing-masing turun 2,4 bps menjadi 7,17% dan 7,22%. 

Pasar menantikan data inflasi RI yang dirilis Rabu (1/7/2026). Menurut Bloomberg Survey yang menghimpun proyeksi dari 20 ekonom dan analis, median proyeksi inflasi RI berada di 3,2%, naik dari posisi Mei yang sebesar 3,08%. 

Dengan meningkatnya angka inflasi ini, investor memperkirakan siklus pengetatan moneter telah mendekati puncaknya, sebab tekanan inflasi akan semakin terkendali beberapa kuartal ke depan.

Hal ini terjadi lantaran harga minyak secara konsisten berada di rentang US$72 per barel, usai AS dan Iran melakukan negosiasi terkait kesepakatan damai. 

(dsp)

No more pages