Rupiah Masuki Pekan Penuh Ujian
Tim Riset Bloomberg Technoz
29 June 2026 08:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) melemah terbatas di Rp17.885/US$, setelah menyusut 0,04% pada sesi pembukaan Senin (29/6/2026) pagi.
Pelemahan rupiah disebabkan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS), yang bertahan tinggi. Indeks dolar AS pagi ini berada di 101,36.
Kuatnya dolar AS juga memicu pelemahan pada mata uang Asia. Dari pasar yang sudah buka, won Korea Selatan melemah 0,27%, disusul ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang.
Salah satu sentimen yang turut membayangi rupiah datang dari meningkatnya kehati-hatian investor asing terhadap Indonesia.
Bloomberg melaporkan tiga bank asing terbesar di Indonesia yaitu Citigroup, Standard Chartered, dan HSBC, dikabarkan telah merepatriasi laba sekitar Rp11,5 triliun sepanjang 2024-2025. Jumlah ini disebut melebihi total laba yang mereka bukukan dalam periode tersebut.


























