Logo Bloomberg Technoz

Selain laba, total aset BMRI secara bank only mencapai Rp2.306 triliun hingga akhir Mei 2026 atau naik 20% YoY.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 20,6% YoY menjadi Rp1.580 triliun. Kredit tersebut mengalir ke berbagai sektor produktif, mulai dari hilirisasi industri hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 22% YoY menjadi Rp1.716 triliun, didukung pertumbuhan dana murah (CASA).

Novita menambahkan bahwa perseroan akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui pembiayaan program prioritas nasional, termasuk KUR, UMKM dan koperasi, KPR subsidi, serta sektor strategis dan hilirisasi.

"Melalui sinergi integrasi ekosistem Bank Mandiri yang menghubungkan layanan digital, jaringan distribusi, dan pembiayaan produktif, kami berkomitmen untuk terus hadir bagi seluruh lapisan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Novita.

Sementara itu, Stockbit Sekuritas menilai secara operasional kinerja bank only BMRI selama lima bulan pertama 2026 masih menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Beban provisi juga turun 16% secara tahunan, dengan credit cost bulanan relatif stabil di kisaran 0,55% sejak Maret 2026.

"Secara operasional, kinerja bank-only BMRI selama lima bulan masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Namun, tantangan likuiditas terutama pada semester II-2026 serta kualitas aset menjadi hal yang perlu diperhatikan investor ke depannya," tulis Stockbit dalam risetnya.

Stockbit menambahkan, meski fundamental perseroan masih kuat, dalam jangka pendek pergerakan saham BMRI diperkirakan lebih dipengaruhi sentimen eksternal dibandingkan kinerja internal.

"Dalam waktu dekat, kami melihat pergerakan harga saham BMRI akan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar fundamental perseroan, seperti update MSCI terhadap market Indonesia serta review S&P terkait sovereign credit rating Indonesia," lanjut riset tersebut.

Lebih lanjut, kedua agenda tersebut berpotensi menjadi penentu arah aliran dana asing ke pasar saham Indonesia, termasuk terhadap saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BMRI.

(cpa/naw)

No more pages