Kunjungan Kim tersebut dilakukan beberapa pekan setelah Xi Jinping melakukan lawatan ke Pyongyang untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Dalam kunjungan itu, Xi berjanji memperluas kerja sama antara China dan Korea Utara di bidang perdagangan, pertanian, dan teknologi.
Pariwisata merupakan salah satu sumber devisa penting bagi pemerintahan Kim yang terdampak sanksi internasional. Namun, Korea Utara sejauh ini baru mengizinkan masuknya wisatawan asing dalam jumlah terbatas sejak mulai melonggarkan pembatasan perbatasan. Sebelum pandemi, sekitar 100.000 wisatawan China mengunjungi Korea Utara setiap tahun, menjadikan mereka kelompok wisatawan asing terbesar di negara tersebut.
Sehari setelah mengunjungi resor tersebut, Kim mengawasi uji coba sejumlah sistem persenjataan, termasuk peluncur roket multilaras, meriam howitzer swa-gerak, dan rudal balistik taktis, demikian dilaporkan Korean Central News Agency (KCNA).
Kim mengatakan bahwa kebijakan pertahanan diri Korea Utara adalah "terus memperkuat kemampuan serangan yang mematikan dan menghancurkan sehingga tidak ada musuh yang berani menghadapi" negara tersebut.
(bbn)
































