Ke depan, penurunan harga bensin baru-baru ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban konsumen. Kendati demikian, harga bensin di SPBU AS saat ini rata-rata masih lebih tinggi hampir 1 dolar AS per galon dibandingkan periode sebelum perang pecah.
“Dengan penurunan tajam harga minyak, sangat mungkin inflasi mencapai puncaknya pada Mei,” kata Kepala Ekonom RSM US, Joe Brusuelas, dalam sebuah catatan. Namun, menurutnya, inflasi inti “tidak akan mudah turun” karena tekanan harga di berbagai sektor masih tetap tinggi.
Pengembalian pajak yang lebih besar dari biasanya telah membantu menopang daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, pasar tenaga kerja yang kembali menguat serta kenaikan harga saham juga ikut mendukung belanja konsumen. Meski demikian, kenaikan upah di berbagai sektor masih belum mampu mengimbangi laju inflasi, sehingga banyak pekerja mengurangi tabungan atau mengandalkan kartu kredit untuk mempertahankan pola konsumsi mereka.
Kabar baiknya, pendapatan pribadi yang belum disesuaikan dengan inflasi meningkat 0,7% pada Mei, sedangkan upah dan gaji naik 0,4%.
Setelah disesuaikan dengan inflasi, pendapatan siap dibelanjakan meningkat 0,3%, menjadi kenaikan pertama sejak awal tahun. Sementara itu, tingkat tabungan tetap berada di level 3%, terendah sejak 2022.
Revisi Produk Domestik Bruto (PDB)
Laporan terpisah menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada laju tahunan sebesar 2,1% pada kuartal pertama, lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya. Namun, revisi tersebut terutama disebabkan oleh penurunan data impor. Di sisi lain, pertumbuhan belanja konsumen direvisi turun menjadi 0,5% dari sebelumnya 1,4%, menjadi kenaikan kuartalan paling kecil dalam empat tahun terakhir.
Di luar dampak langsung perang terhadap harga energi, berbagai kategori barang maupun jasa mencatat kenaikan harga yang cukup kuat pada Mei. Indikator inflasi jasa yang banyak diperhatikan dan tidak memasukkan komponen energi serta perumahan naik 0,5%, tertinggi sejak Januari. Harga jasa keuangan mencatat kenaikan terbesar dalam hampir setahun, sementara biaya jasa transportasi dan layanan kesehatan juga meningkat signifikan.
Harga perangkat lunak komputer dan aksesori melonjak hingga 14,5% dibandingkan tahun sebelumnya, tertinggi sepanjang sejarah, antara lain didorong oleh tingginya permintaan untuk pembangunan pusat data (data center).
Sejumlah perusahaan mulai melihat perubahan perilaku konsumen. Kroger Co menyebut masyarakat semakin aktif mencari promo dan diskon karena kenaikan harga bahan bakar membebani anggaran rumah tangga. Sementara itu, Lowe’s Cos mengatakan pelanggan mulai menunda pembelian barang-barang bernilai besar.
“Ini masih konsumen yang sehat, tetapi kondisi makroekonomi secara keseluruhan membuat mereka sedikit lebih berhati-hati,” kata Chief Executive Officer Lowe’s, Marvin Ellison, dalam sebuah konferensi bulan ini.
Belanja jasa riil yang telah disesuaikan dengan inflasi naik 0,2% pada Mei, menurut laporan tersebut, tertahan oleh penurunan pengeluaran di restoran dan sektor transportasi. Sementara itu, belanja riil untuk barang meningkat seiring pulihnya pembelian kendaraan bermotor dan kuatnya permintaan terhadap perlengkapan rumah tangga.
Data terpisah yang juga dirilis Kamis menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran turun 12.000 menjadi 215.000 pada pekan lalu, memberikan sinyal tambahan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh. Laporan lainnya memperlihatkan pesanan barang tahan lama turun 4,5% pada Mei, dipicu oleh melemahnya permintaan untuk peralatan transportasi.
(bbn)





























