Logo Bloomberg Technoz

Menurutnya, ada lima kebiasaan utama yang hampir selalu dimiliki para miliuner. Kebiasaan ini bukan hanya untuk orang kaya, tapi juga bisa diterapkan siapa saja yang ingin mencapai kestabilan finansial.

Kebiasaan Finansial Orang Kaya yang Bisa Ditiru

Banyak orang berpikir bahwa menjadi kaya hanya soal memiliki pendapatan besar. Padahal, menurut Daugs, inti sebenarnya adalah bagaimana uang itu dikelola.

Berikut lima kebiasaan penting yang diam-diam dilakukan orang kaya dalam menjaga kekayaan mereka.

1. Tidak Berbelanja Berlebihan

Hal pertama yang paling mencolok adalah gaya hidup sederhana. Meski memiliki penghasilan besar, banyak miliuner justru sangat hati-hati saat membelanjakan uang.

Mereka tidak mudah tergoda membeli barang mahal hanya demi gengsi. Sebaliknya, mereka fokus pada nilai dan fungsi.

Faron Daugs menjelaskan, “Banyak dari mereka membeli mobil bekas bersertifikat daripada yang baru, mencari promo liburan, memilih kursi ekonomi plus ketimbang kelas satu, dan memakai ponsel selama masih berfungsi.”

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa kaya bukan berarti boros. Justru dengan menjaga pengeluaran tetap wajar, arus kas menjadi lebih sehat.

Banyak orang dengan penghasilan tinggi gagal menjadi kaya karena gaya hidup mereka ikut naik terlalu cepat. Sebaliknya, miliuner menjaga pengeluaran tetap terkendali meski pendapatan terus bertambah.

Prinsip ini penting karena setiap rupiah yang dihemat bisa dialihkan menjadi aset.

2. Menggunakan Kartu Kredit dengan Cerdas

Banyak orang menganggap kartu kredit sebagai sumber masalah keuangan. Namun bagi orang kaya, kartu kredit justru menjadi alat strategis.

Mereka menggunakan kartu kredit untuk mendapatkan poin, cashback, atau miles dari transaksi harian.

Mulai dari belanja kebutuhan pokok, pembayaran tagihan, hingga pengeluaran rutin dilakukan menggunakan kartu kredit.

Keuntungan dari sistem ini kemudian ditukar menjadi manfaat seperti tiket liburan atau fasilitas lainnya.

Namun ada satu aturan utama yang selalu mereka pegang: lunasi penuh setiap bulan.

Dengan begitu, mereka tidak terkena bunga yang justru bisa menjadi beban besar.

Kebiasaan ini juga membantu mereka memahami pola pengeluaran bulanan dengan lebih detail.

Data ini sangat penting untuk menghitung biaya hidup, merancang dana pensiun, dan menentukan strategi investasi.

Menggunakan kartu kredit bukan soal berutang, tapi soal memanfaatkan fasilitas dengan disiplin.

3. Membayar Diri Sendiri Lebih Dulu

Salah satu prinsip paling kuat dalam dunia keuangan adalah pay yourself first atau bayar diri sendiri lebih dulu.

Artinya, sebelum uang dipakai untuk kebutuhan lain, sebagian harus langsung dialokasikan untuk tabungan atau investasi.

Banyak orang melakukan kebalikannya. Mereka membayar semua kebutuhan dulu, lalu menabung dari sisa.

Masalahnya, sering kali tidak ada sisa yang cukup.

Orang kaya melakukan sebaliknya. Mereka langsung menyisihkan uang begitu menerima pemasukan.

Biasanya, dana itu otomatis ditransfer ke rekening investasi, dana pensiun, atau tabungan khusus.

“Mereka tidak menggunakan dana itu untuk keperluan sehari-hari. Semua sudah disisihkan dan diinvestasikan untuk masa depan,” kata Daugs.

Cara ini membuat target keuangan lebih aman.

Selain itu, mereka juga bisa menikmati sisa uang dengan lebih tenang tanpa rasa bersalah.

Prinsip sederhana ini sangat efektif untuk membangun kekayaan jangka panjang.

Strategi Orang Kaya Menjaga Stabilitas Keuangan

Selain fokus pada pengeluaran dan tabungan, miliuner juga memiliki sistem perlindungan keuangan yang kuat.

Ini yang membuat mereka tetap stabil meski menghadapi krisis ekonomi.

4. Selalu Memiliki Dana Darurat

Tidak peduli seberapa besar aset yang dimiliki, dana darurat tetap menjadi prioritas utama.

Menurut Daugs, kebanyakan miliuner menyimpan dana darurat setara 6 hingga 9 bulan biaya hidup.

Dana ini berfungsi sebagai perlindungan jika terjadi hal tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, krisis bisnis, atau kebutuhan mendadak.

Menariknya, mereka tidak hanya menyimpan uang di satu tempat.

Ada strategi bertingkat yang digunakan agar dana tetap aman namun tetap produktif.

Berikut pembagian strategi dana darurat mereka:

Tingkat 1: Rekening Tabungan Berbunga Tinggi atau Money Market Account

Dana yang paling mudah diakses disimpan di sini.

Tujuannya untuk kebutuhan cepat tanpa risiko.

Tingkat 2: Portofolio ETF Jangka Pendek

Instrumen ini menawarkan hasil lebih tinggi dibanding tabungan biasa, tetapi tetap relatif stabil.

Cocok untuk menjaga pertumbuhan dana.

Tingkat 3: Buffered ETF

Produk ini terhubung dengan indeks pasar seperti S&P 500 atau Nasdaq.

Keunggulannya adalah memiliki perlindungan terhadap penurunan nilai dalam batas tertentu.

Strategi bertingkat ini membuat dana darurat tidak hanya diam, tetapi juga berkembang.

5. Cerdas dalam Mengelola Utang

Orang kaya tidak anti utang, tetapi mereka sangat selektif.

Mereka menghindari utang untuk aset yang nilainya cepat turun seperti mobil mewah, kapal, atau barang konsumtif.

Sebaliknya, mereka lebih terbuka menggunakan utang untuk aset produktif seperti rumah.

Hipotek rumah dengan bunga rendah dianggap lebih masuk akal karena nilainya cenderung naik dalam jangka panjang.

Menariknya, banyak dari mereka tetap berusaha melunasi cicilan lebih cepat.

“Bahkan, banyak dari mereka mempercepat cicilan agar lunas lebih cepat dan bunga total lebih kecil,” ujar Daugs.

Ini menunjukkan bahwa utang tetap harus dikendalikan.

Tujuannya bukan memperbanyak cicilan, tetapi meminimalkan beban bunga.

Pelajaran Penting dari Kebiasaan Orang Kaya

Jika dilihat lebih dalam, kebiasaan para miliuner sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

Mereka hidup sederhana meski mampu membeli lebih.

Mereka menggunakan kartu kredit dengan strategi, bukan emosi.

Mereka menabung lebih dulu sebelum belanja.

Mereka menyiapkan dana darurat meski aset sudah besar.

Dan mereka sangat hati-hati dalam mengambil utang.

Kunci utamanya ada pada disiplin.

Bukan soal seberapa besar pendapatan, tetapi seberapa konsisten seseorang mengelola uangnya.

Banyak orang menunggu kaya dulu baru mengatur keuangan. Padahal justru kebiasaan mengatur uang dengan baik itulah yang bisa membawa seseorang menjadi kaya.

Membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini akan memberi dampak besar di masa depan.

Mulai dari hidup sesuai kemampuan, menyisihkan uang secara rutin, hingga memikirkan keamanan finansial jangka panjang.

Pada akhirnya, pelajaran terbesar dari orang kaya bukan sekadar bagaimana menghasilkan uang, tetapi bagaimana mempertahankan dan mengembangkannya.

Dan kabar baiknya, lima kebiasaan ini bisa dimulai oleh siapa saja, bahkan dari sekarang.

(seo)

No more pages