Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, CSI 300 (China), PSEi (Filipina), TOPIX (Jepang), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), TAIEX (Taiwan), Shanghai Comp. (China), SENSEX (India), dan FTSE Straits Times (Singapura), turut susul IHSG dengan menguat 1,56%, 1,33%, 1,33%, 0,72%, 0,67%, 0,46%, 0,23%, 0,14%, dan 0,06%.

Penyebab IHSG Menguat

Sejumlah saham menjadi pendorong IHSG melesat pada hari ini. Saham–saham infrastruktur, saham kesehatan, dan saham konsumen primer mencatatkan penguatan paling ciamik, dengan masing–masing melesat mencapai 3,81%, 3,02% dan 2,51%.

Adapun saham–saham unggulan LQ45 turut menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melejit 7,14% dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga melesat 6,91%. Sama halnya, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga lompat hingga 6,62%.

Senada penguatan saham PT Astra International Tbk (ASII) yang menguat 6%, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melesat 5,4%, dan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang mencetak penguatan 4,69%.

Melesatnya IHSG sepanjang perdagangan hari ini tersengat sentimen positif yang datang dari berlanjutnya tren penurunan harga minyak mentah menjadi salah satu faktor, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level US$69,5 per barel setelah jatuh hampir 6% point–to–point pada sesi sebelumnya. Harga Brent juga terus turun 6,66% hingga menyentuh US$72,7 per barel.

Grafik Harga Minyak Mentah WTI (Bloomberg)

Alasannya, melansir Phintraco Sekuritas, level harga minyak tersebut sudah mendekati harga asumsi minyak di APBN 2026. Sehingga mengurangi tekanan akan pelebaran defisit APBN 2026, yang selama ini merupakan salah satu kekhawatiran investor. 

“Turunnya harga minyak juga diharapkan dapat meredam laju inflasi lebih lanjut, sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga,” papar Phintraco dalam catatan terbarunya, Kamis.

Ditambah lagi, adanya berita dari Pemerintah yang kembali mempertimbangkan pemangkasan tambahan sebesar Rp50 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), juga direspon positif oleh investor. 

Rupiah yang berhasil ditutup menguat 0,1% di level Rp17.925/US$ di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, turut menopang penguatan IHSG, seiringan dengan dolar AS yang melemah sejalan dengan harga minyak yang terus turun hingga mengurangi kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih tinggi.
 
Dengan berbagai sentimen positif itu, diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.850–6.100 pada perdagangan Jumat, esok hari (26/6/2026), analisis Phintraco Sekuritas.

“Perkembangan di sisi global terkini cukup akomodatif dalam menopang sentimen pasar untuk cenderung risk–on, termasuk harga minyak global yang turun dalam setelah kapal-kapal mulai melintasi Selat Hormuz,” tambah Panin Sekuritas.

Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama telah memberi sinyal kemajuan setelah diskusi penting untuk menyudahi perang bagi keduanya, seperti yang dilaporkan Bloomberg News. Optimisme tentang kesepakatan yang langgeng telah menyebabkan peningkatan jumlah kapal tanker yang secara terbuka melintasi Selat Hormuz dengan sinyal satelit mereka diaktifkan.

“Pembukaan kembali berjalan dengan baik dan cepat,” kata Daan Struyven, salah satu kepala komoditas global di Goldman Sachs Group Inc., dalam sebuah dengar pendapat di Bloomberg TV.

(fad)

No more pages