Bursa Saham Asia dibuka hijau. KOSPI (Korea Selatan), NIKKEI 225 (Tokyo), Topix (Jepang), CSI 300 (China), TW Weighted Index (Taiwan), PSEi (Filipina), henzhen Comp. (China), Straits Times (Singapura), Shanghai Composite (China), dan Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), yang dibuka menguat.
Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, pasar merespons negatif hasil MSCI Annual Market Classification Review. Kendatipun Indonesia tetap berstatus Emerging Market.
MSCI memperpanjang masa evaluasi hingga November 2026 dan masih membuka peluang penurunan status ke Frontier Market apabila reformasi pasar tidak menunjukkan kemajuan yang memadai. Sentimen juga diperburuk oleh pelemahan rupiah yang nyaris kembali menyentuh Rp18.000/US$.
Fokus pasar hari ini tertuju pada pergerakan rupiah, arus dana asing, serta rilis Core PCE AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 5.740–5.650, sementara 6.000–6.100 menjadi area resistance terdekat,” papar BRI Danareksa.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah SCMA, JSMR, dan SMIL.
Yang juga jadi perhatian investor, menyitir Phintraco Sekuritas, peringkat daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026 turun signifikan dari posisi 40 menjadi 48. Menanggapi penurunan tersebut, pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk melalui tim debottlenecking untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang memengaruhi iklim investasi dan daya saing nasional.
“Jika kendala tersebut tidak segera diperbaiki dan daya saing Indonesia tidak meningkat, maka berpotensi akan berpengaruh terhadap iklim investasi dan perdagangan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” analisis Phintraco pagi hari ini, Kamis.
Dengan itu, secara teknikal, IHSG breakdown level psikologis 6.000 diiringi dengan histogram positif MACD yang menipis serta indikator stochastic RSI yang mengalami death cross di overbought area.
“Sehingga IHSG berpeluang uji level 5750 pada perdagangan Kamis,” papar Phintraco, yang juga menyikapi koreksi harga minyak berpotensi menjadi faktor positif karena mengurangi tekanan pada defisit APBN.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MIKA, AADI, MYOR, BFIN, dan UNVR.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya mayoritas Bursa Wall Street, terkoreksinya harga komoditas, melemahnya nilai tukar rupiah, dan berlanjutnya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.735–5.585 dan resistance 6.030–6.180,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham JSMR, UNVR, MYOR, SCMA, INDF, dan HMSP.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG lanjut melemah, disebabkan oleh kembali melemahnya nilai tukar rupiah, masih derasnya outflow dana asing, serta melemahnya sebagian besar komoditas di hari ini.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah LSIP, BFIN, dan SCMA.
(fad)



























