Logo Bloomberg Technoz

“Secara keseluruhan, capaian Tahun Buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dalam siaran pers Rabu (24/6/2026).

Direktur Utama Pertamina Persero Simon Aloysius memberikan sambutan sekaligus pembukaan Satgas Ramadhan & Idul Fitri (RAFI) 2025 (Dok. Pertamina)

Pertamina juga mencatat produksi minyak dan gas (migas) perseroan sepanjang 2025 tetap di atas 1 juta barel setara minyak per hari (boepd), sementara sektor pengolahan mencatat yield valuable product sebesar 83,7%.

Kemudian, sepanjang 2025 perseroan mencatatkan volume intake kilang Pertamina mencapai 333 juta barel.

Bisnis Hilir

Di sektor hilir, kilang Pertamina memasok sekitar 70% kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional. 

Sementara itu, transmisi gas tercatat mencapai 587 miliar kaki kubik (bscf) atau tumbuh 4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta volume niaga gas tercatat di 305 juta MMBtu.

Di bidang logistik maritim, volume kargo domestik dan internasional yang diangkut mencapai 172 juta kiloliter (kl).

Pertamina juga mencatat produksi listrik sepanjang 2025 mencapai 8.711 gigawatt hour (GWh) atau meningkat 3% dari tahun sebelumnya.

Selain itu, Pertamina menjalankan program dekarbonisasi di seluruh lini bisnis yang diklaim menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO₂e sepanjang 2025.

“Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” ujar Simon.

Sekadar informasi, pada 2024 Pertamina mencatatkan laba bersih US$3,13 miliar atau setara dengan Rp49,54 triliun.

Torehan laba itu ditopang dengan raihan pendapatan sejumlah US$75,33 miliar atau setara Rp1.194 triliun, EBITDA senilai US$10,79 miliar atau sekitar Rp171,04 triliun.

Sepanjang 2024, kontribusi Pertamina senilai Rp 401,73 triliun baik dari pajak, PNBP maupun dividen.

(azr/wdh)

No more pages