Logo Bloomberg Technoz

Dia juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi jajaran dewan komisaris, dewan direksi, serta seluruh pegawai Pertamina dalam menjaga kinerja perusahaan.

“Keputusan yang telah diambil dalam RUPS ini menjadi langkah penting bagi perjalanan Perseroan ke depan. Semoga hasil keputusan tersebut dapat membawa Pertamina meraih kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang,” ujar Iriawan dalam pernyataan perusahaan, Rabu (25/6/2026).

Kinerja 2025

Pertamina mencatatkan laba bersih sepanjang 2025 senilai US$3,35 miliar (setara Rp55,2 triliun) atau naik sekitar 7%, dibandingkan dengan laba bersih tahun buku 2024 sejumlah US$3,13 miliar.

Meskipun begitu, pendapatan perseroan sepanjang tahun lalu turun 5,9% menjadi US$70,89 miliar (setara Rp1.167,9 triliun) dari pendapatan sepanjang 2024 senilai US$75,33 miliar.

Selain itu, laba sebelum beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sepanjang tahun lalu tercatat US$11,43 miliar (setara Rp188,33 triliun) atau naik 5,9% dibandingkan dengan 2024 sebesar US$10,79 miliar.

Di sisi lain, perusahaan pelat merah tersebut mencatatkan setoran ke negara melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen sebesar Rp360,76 triliun.

Kemudian, perseroan merealisasikan investasi di dalam negeri sekitar US$5,9 miliar atau setara Rp97,20 triliun, serta mencatat penyerapan belanja produk dalam negeri sebesar Rp531,5 triliun.

“Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Sekadar catatan, Robert Leonard Marbun lahir di Medan pada 23 Juni 1970. Dia mendapatkan gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Bandung.

Kemudian, dia melanjutkan pendidikan Master of Policy Analysis (MPA) di Saitama University, Jepang pada 2000. Terakhir, menyelesaikan Doctor of Philosophy in Economics di Kobe University, Jepang, pada 2004.

Robert pernah menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai Kementerian Keuangan pada Juni 2011.

Kemudian, pada Oktober 2012, menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi. 

Selanjutnya, sejak April 2015 menjabat sebagai Direktur Kepabeanan Internasional hingga pada April 2016 diangkat menjadi Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga.

Pada 17 Juli 2018, Robert dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kementerian Keuangan.

Tak hanya itu, Robert juga sempat menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Daftar dewan komisaris dan dewan direksi Pertamina:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Mochamad Iriawan
  • Wakil Komisaris Utama: Todotua Pasaribu
  • Komisaris Independen: Condro Kirono
  • Komisaris: Nanik Sudaryati Deyang
  • Komisaris: Raden Adjeng Sondaryani
  • Komisaris: Hasan Nasbi
  • Komisaris: Laode Sulaeman
  • Komisaris: Robert Leonard Marbun

Dewan Direksi:

  • Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
  • Wakil Direktur Utama: Oki Muraza
  • Direktur Keuangan: Mega Satria
  • Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha: Emma Sri Martini
  • Direktur Penunjang Bisnis: M. Erry Sugiharto
  • Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
  • Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis: Agung Wicaksono
  • Direktur Logistik dan Infrastruktur: Jaffee Arizon Suardin
  • Direktur Sumber Daya Manusia: Andy Arvianto

(azr/wdh)

No more pages