Laporan keuangan Micron hadir pada momen penting bagi sektor AI, setelah saham-saham produsen chip dan teknologi lainnya berada di bawah tekanan pada awal pekan ini. Bersama Samsung Electronics Co dan SK Hynix Inc dari Korea Selatan, Micron menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari ledakan belanja pembangunan pusat data. Permintaan terhadap chip memori konvensional dan high-bandwidth memory (HBM), komponen penting dalam sistem AI, terus melampaui pasokan.
Optimisme terhadap sektor ini semakin menguat setelah SK Hynix mengumumkan rencana pencatatan saham di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut berupaya menghimpun dana sekitar US$29 miliar melalui penawaran saham, seiring meningkatnya permintaan terhadap produk memori canggih.
“Ketika saham naik terlalu tinggi dan terlalu cepat, koreksi hampir selalu terjadi,” kata Rick Gardner dari RGA Investments. “Kami jauh lebih memilih membeli saham teknologi ketika sedang turun, dan koreksi ini bisa menjadi peluang bagi investor yang belum memiliki eksposur memadai di sektor yang secara fundamental masih sangat kuat.”
Sementara itu, penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi menjelang rilis data inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed), sehingga memicu reli obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 11 basis poin, sedangkan imbal hasil obligasi tenor 30 tahun menyentuh 4,85%, level terendah sejak 8 April. Imbal hasil obligasi tenor dua tahun, yang lebih sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed, turun ke sekitar 4,15%.
Reli tersebut menunjukkan adanya penilaian ulang terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed, hanya sepekan setelah para pelaku pasar bertaruh bahwa bank sentral AS berpotensi kembali menaikkan suku bunga paling cepat bulan depan menyusul pertemuan pertama yang dipimpin Gubernur The Fed Kevin Warsh.
Meski demikian, pembaruan terbaru mengenai indikator inflasi utama AS diperkirakan tidak akan mengubah pandangan yang semakin menguat di kalangan pejabat bank sentral bahwa kenaikan suku bunga masih diperlukan. Para ekonom memperkirakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan dirilis Kamis menunjukkan percepatan baik secara bulanan maupun tahunan pada Mei.
“Inflasi akan turun secara signifikan,” kata Raghav Datla, ahli strategi suku bunga di Citigroup Inc. Bahkan jika The Fed mempertahankan suku bunga hingga 2027, “tingkat suku bunga saat ini tampaknya masih terlalu tinggi.”
(bbn)






























