Di sisi lain, sejumlah kapal dilaporkan sudah mulai keluar dari Selat Hormuz, membawa jutaan barel minyak mentah yang berhasil melintasi jalur perairan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, Pusat Informasi Maritim Bersama (JMIC)—lembaga penghubung antara militer dan pelayaran niaga—baru-baru ini melayangkan peringatan kepada pelaku industri bahwa militer Iran masih terus melakukan tindakan intimidasi, mulai dari melakukan pemanggilan melalui radio hingga mengawasi kapal-kapal dagang yang melintas.
Sementara itu, Iran dan Oman menyatakan akan segera memulai pembicaraan untuk menyusun kesepakatan terkait tata kelola masa depan Selat Hormuz, termasuk rincian biaya manajemen transit. Di tengah rencana tersebut, pemerintah Oman melalui unggahan di platform media sosial X justru menekankan pentingnya untuk "memastikan kebebasan navigasi di selat tersebut tanpa adanya pemberlakuan tarif tol laut."
(bbn)






























