Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham barang baku, saham energi, dan saham transportasi menjadi pemberat IHSG dengan melemah 6,63%, 5,99% dan 4,83%.

Saham barang baku yang menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan hari ini adalah saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) drop 14%. Selain itu pelemahan juga terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 12,4% point–to–point.

Senada saham energi turut menjadi pemberat, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) jatuh 14,8%, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 12,5%. Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) drop 12,2%.

Turut senasib dengan saham–saham LQ45 yang juga tercatat melemah harganya, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terjun bebas 11,5%, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terpeleset 10,9%, dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tertekan 9,55%.

Senada, tren negatif juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat pelemahan 8,22%, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 8,04%. Juga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) drop 7,46%.

Adapun sejumlah Bursa Saham Asia turut terpeleset di zona merah sepanjang perdagangan hari ini. TW Weighted Index (Taiwan), PSEi (Filipina), NIKKEI 225 (Jepang), dan TOPIX (Jepang), yang masing–masing ditutup melemah 2,24%, 2,2%, 0,88%, dan 0,67%.

Sedang Bursa Asia lainnya berhasil melesat di zona hijau. KOSPI (Korea Selatan), KOSDAQ (Korea Selatan), SENSEX (India), Shenzhen Comp. (China), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), CSI 300 (China), SETI (Thailand), Hang Seng (Hong Kong), Straits Times (Singapura), KLCI (Malaysia), dan Shanghai Composite (China), yang menguat masing–masing 3,26%, 2%, 1,04%, 0,77%, 0,48%, 0,48%, 0,47%, 0,33%, 0,2%, 0,13%, dan 0,11%.

Isu MSCI

Dalam pengumuman terbarunya, MSCI menunda hingga memperpanjang tinjauan terhadap pasar saham RI, dengan alasan membutuhkan lebih banyak waktu untuk melihat apakah reformasi transparansi yang baru dilakukan Indonesia berlangsung efektif.

Penyusun indeks global tersebut mengakui dampak positif dari langkah-langkah Indonesia mengenai reformasi transparansi, termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, High Shareholding Concentration (HSC), dan peta jalan untuk menaikkan persyaratan free float minimum menjadi 15%. 

“Jika kemajuan yang cukup tidak terlihat pada saat tinjauan indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk sikap yang tepat bagi pasar saham Indonesia, termasuk reklasifikasi Indonesia dari Emerging Markets ke Frontier Markets,” mengutip hasil laporan MSCI dalam pernyataannya.

Biarpun ada penundaan evaluasi, MSCI masih mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, dan setidaknya dengan menyandang status tersebut pasar saham domestik terhindar dari aksi jual yang lebih masif.

Phintraco Sekuritas menyebut, MSCI masih akan memonitor konsistensi dan efektivitas pelaksanaan reformasi pasar modal Indonesia yang telah dilakukan oleh otoritas. Hal ini direspon negatif oleh investor, di tengah minimnya katalis positif di pasar.

Terpisah, IHSG sudah break low psikologis area 6.000. Dengan close di bawah area tersebut, waspadai potensi koreksi lanjutan 5.700–5.800. 

Death cross pada Stochastic RSI sejalan dengan indikasi tersebut,” analisis Phintraco Sekuritas dalam riset terbarunya, Rabu.

Senada, melansir Panin Sekuritas, IHSG berkemungkinan melanjutkan pelemahan menuju support selanjutnya yaitu trendline jangka panjang di sekitar 5.450 sampai dengan titik previous low 5.318.

Sementara itu IHSG masih ada potensi resistance di level 6.040 hingga 6.130 terdekatnya.

(fad)

No more pages