Logo Bloomberg Technoz

Kredit Konsumsi & UMKM Masih Loyo

Meski begitu, BI mencatat bahwa  Kredit Konsumsi (KK) hanya tumbuh 5,8% (yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 6,0% (yoy) pada April 2026.

“Kredit properti masih mencatat kinerja yang kuat dengan pertumbuhan 17,2% (yoy) pada Mei 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan kredit konstruksi sebesar 44,6% (yoy), serta kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) sebesar 4,7% (yoy),” sebut Bank Indonesia.

Adapun kredit real estat tumbuh 14,5% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 13,9% (yoy).

Sementara itu, kredit UMKM tumbuh 0,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang sebesar 0,2% (yoy). Perbaikan tersebut terutama didorong oleh kredit usaha menengah yang tumbuh 1,8% (yoy).

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM terutama berasal dari kredit investasi yang meningkat 12,5% (yoy), sementara kredit modal kerja masih mengalami kontraksi sebesar 4,5% (yoy).

Sementara itu, apabila dilihat dari golongan debitur, kredit kepada debitur korporasi yang tumbuh 17,2% (yoy), lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 14,5% (yoy).

Sementara itu, kredit kepada debitur perorangan tumbuh stabil sebesar 3,4% (yoy), sedangkan kredit kepada kelompok debitur lainnya masih mengalami kontraksi sebesar 10,3% (yoy).

(ell)

No more pages