Sanksi Minyak Dicabut, Wapres AS Sebut Dialog Iran Berprogres
News
23 June 2026 06:45

Kate Sullivan dan Bastian Benrath-Wright - Bloomberg News
Bloomberg, Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi menerbitkan izin operasional selama 60 hari yang memperbolehkan Iran menjual minyaknya di pasar internasional. Kebijakan ini menjadi jembatan penyelamat ekonomi bagi Teheran di tengah upaya kedua negara tersebut melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan damai permanen.
Namun, jalannya dialog di Swiss langsung diwarnai perbedaan pendapat. Wakil Presiden AS, JD Vance, yang menghadiri langsung perundingan tersebut, menggambarkan putaran pertama negosiasi berjalan dengan "sangat, sangat baik". Vance mengeklaim bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan kembali tim pengawas nuklir masuk ke negara mereka—sebuah klaim yang kemudian didukung oleh Presiden Donald Trump.
Sebaliknya, pejabat pemerintah Iran langsung membantah klaim sepihak tersebut. Meski membenarkan adanya kemajuan dalam perundingan, pihak Teheran menyatakan bahwa pernyataan Vance adalah "palsu dan tidak mencerminkan realitas di lapangan."
Ketidaksesuaian ini menggarisbawahi besarnya tantangan yang masih tersisa bagi kedua belah pihak dalam memenuhi kelanjutan nota kesepahaman (MoU) yang diteken pekan lalu. Perjanjian sementara tersebut memang sengaja dirancang untuk menghentikan konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan jangka panjang. Namun, fakta bahwa MoU tersebut membiarkan sejumlah isu krusial menggantung sembari memberikan manfaat ekonomi langsung bagi Iran, langsung memicu kritik tajam dari sekutu-sekutu Trump di Partai Republik.





























