Harga Minyak Stabil Setelah AS Longgarkan Penjualan Minyak Iran
News
23 June 2026 05:30

Yongchang Chin dan Gabriel Levin - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak bergerak stabil ketika para trader mencermati kemajuan awal dalam perundingan perdamaian terkait perang Iran, yang mencakup pemberian pengecualian (waiver) oleh AS yang memungkinkan sebagian penjualan minyak dari Republik Islam tersebut.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar US$74 per barel setelah turun 2,6% pada sesi sebelumnya. Minyak Brent ditutup sedikit di bawah US$78 per barel. Lisensi selama 60 hari itu memungkinkan penjualan sebagian minyak dan produk petroleum Iran, dengan merujuk pada “pembicaraan yang produktif” di Swiss, sehingga memberikan penopang ekonomi yang penting bagi Teheran.
Pejabat AS dan Iran sama-sama menyebut adanya kemajuan dalam putaran pertama perundingan menuju kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada akhir Februari. Namun, sejumlah perbedaan pandangan mulai muncul. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Iran telah setuju mengizinkan inspektur nuklir masuk ke negara tersebut, tetapi klaim itu dibantah oleh Teheran.
Perundingan diperkirakan akan berlangsung alot terkait kemampuan nuklir Iran seiring berlanjutnya pembicaraan, begitu pula mengenai status gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Hezbollah serta pembukaan kembali Selat Hormuz secara aman. Penutupan hampir total jalur perairan tersebut sebelumnya menghambat pasokan energi dan mengguncang pasar.


























