Logo Bloomberg Technoz

“Italia tetaplah sebuah negara yang berdaulat. Lagipula, popularitas saya bukan urusan Anda,” balas Meloni tajam. “Saya sarankan Anda lebih baik fokus saja pada popularitas Anda sendiri.”

Sejak awal, Meloni memang menentang keras perang melawan Iran dan menjadi salah satu kritikus paling vokal seiring melonjaknya harga energi global akibat konflik tersebut. Pada bulan Maret lalu, Italia bahkan menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan udara di Sisilia demi operasi tempur. Roma saat itu berdalih atas aturan hukum domestik yang telah berlaku sejak era 1950-an.

Sebelumnya pada awal tahun ini, Meloni juga pasang badan membela Paus Leo XIV. Ia menyebut kecaman Trump terhadap sang Paus—yang menentang perang—sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima." Pernyataan itu mendorong Trump mengatakan bahwa dirinya “terkejut” terhadap Meloni dan menilai sang perdana menteri tidak memiliki keberanian.

Ketegangan antara kedua pemimpin tersebut sebenarnya sempat terlihat mereda dalam KTT G-7 yang digelar di Prancis pekan ini, di mana para diplomat Italia mengeklaim keduanya telah menyelesaikan kesalahpahaman. Namun, dalam sebuah wawancara yang disiarkan stasiun televisi La7 pada hari Jumat, Trump justru mengeklaim bahwa Meloni telah "mengemis" untuk berfoto bersama dan mengaku merasa "kasihan padanya." Klaim sepihak Trump itu langsung dibantah Meloni sebagai "cerita yang mengada-ada."

“Saya hanya bisa katakan bahwa sangat disayangkan dia (Trump) tidak memiliki ketegasan yang sama saat menghadapi musuh-musuh Barat atau musuh-musuh AS. Padahal, terhadap para pemimpin musuh itu, dia justru bersikap jauh lebih lunak,” sindir Meloni saat merespons dari sela-sela pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels.

(bbn)

No more pages