Logo Bloomberg Technoz

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Bakal Lebih Panjang, Sampai Kapan?

Referensi
19 June 2026 16:05

Turun Hujan Meski Masih Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Turun Hujan Meski Masih Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor iklim global yang berdampak pada pola curah hujan di berbagai wilayah Tanah Air.

Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak Mei hingga Juni 2026. Namun, durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama di sejumlah daerah, terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan.

Perpanjangan musim kemarau tersebut terjadi karena curah hujan diprediksi berada di bawah rata-rata pada beberapa wilayah. Kondisi ini membuat periode tanpa hujan menjadi lebih panjang dibandingkan pola normal tahunan.


BMKG menjelaskan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Pada periode tersebut, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca panas dan minim hujan.

Sampai Kapan Musim Kemarau 2026 Berlangsung?

Warga melintas di jembatan Cipamingkis yang surut akibat kemarau di Cibarusah, Jumat (4/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Berdasarkan prakiraan terbaru, musim kemarau di sejumlah wilayah diperkirakan baru akan berakhir pada Oktober hingga November 2026. Bahkan, beberapa daerah diproyeksikan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan rata-rata klimatologisnya.