Logo Bloomberg Technoz

7 Poin Protokol Kesehatan Ala Kemenkes untuk Hadapi El Nino

Redaksi
13 April 2026 14:03

Warga melintas di tanah yang kering akibat kemarau di Jonggol, Kab. Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Warga melintas di tanah yang kering akibat kemarau di Jonggol, Kab. Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menerapkan sejumlah protokol kesehatan dalam menghadapi el nino yang sebentar lagi melanda RI.

El nino yang memicu yang memicu musim kemarau panjang dengan curah hujan rendah menyebabkan berkurangnya proses rain washing, sehingga polutan udara tidak tersapu hujan dan cenderung terakumulasi akibat udara stagnan, lapisan inversi, serta angin lemah, bahkan diperparah risiko kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap.

El niño juga menyebabkan peningkatan suhu dan perubahan lingkungan yang juga dapat memicu penyakit tular vektor.


“Penyakit seperti dengue (DBD) dan malaria akibat genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk, serta memperburuk kualitas air dan sanitasi yang berpotensi meningkatkan kasus diare, tifoid, kolera, dan leptospirosis,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Untuk itu masyarakat diminta untuk menerapkan protokol kesehatan, antara lain:

  • Memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau website;
  • Mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah/kantor/sekolah/tempat umum saat polusi udara tinggi;
  • Menggunakan penjernih udara dalam ruangan;
  • Menghindari sumber polusi dan asap rokok;
  • Menggunakan masker saat polusi udara tinggi;
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit.
  • Melakukan konsultasi daring/luring dengan tenaga media/kesehatan jika muncul keluhan kesehatan khususnya masalah pernapasan.