Suku Bunga Tinggi Selamatkan Rupiah, Tapi Mengancam Daya Beli
Redaksi
18 June 2026 18:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Era bunga tinggi semakin tak terhindarkan, setelah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% hari ini (18/6/2026).
Kenaikan ini sejalan dengan ekspektasi mayoritas ekonom dan analis yang dihimpun dalam konsensus Bloomberg.
Langkah tersebut dipandang sebagai upaya lanjutan BI untuk menjaga stabilitas rupiah, meredam tekanan inflasi, serta mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik di tengah gejolak global yang belum mereda.
Dengan keputusan terbaru ini, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 100 bps sejak Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Mei 2026. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, bank sentral bergerak dari sikap yang relatif akomodatif menjadi salah satu otoritas moneter paling agresif di kawasan Asia.
Kebijakan ketat ini ditempuh BI kala tekanan inflasi mulai mendekati batas atas target di rentang 1,5%-3,5%. Namun, jika dicermati lebih dalam, alasan di balik kenaikan suku bunga kali ini tak semata terkait inflasi.




























