Proyeksi terbaru mereka menunjukkan sembilan pejabat memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga, dengan enam di antaranya memperkirakan sedikitnya dua kali kenaikan.
Sembilan pejabat lainnya memperkirakan tidak ada perubahan atau bahkan penurunan suku bunga.
“Pesan yang lebih penting datang dari proyeksi suku bunga,” kata Bret Kenwell dari eToro.
“Pasar sudah bersiap menghadapi suku bunga yang lebih tinggi, tetapi proyeksi The Fed menunjukkan para pembuat kebijakan mungkin bersedia mempertahankan sikap yang lebih hawkish dibandingkan yang diperkirakan investor.”
Dalam pernyataannya, para pejabat mengatakan inflasi masih tinggi dan berjanji untuk mengembalikan stabilitas harga. Mereka juga tetap menggambarkan pertumbuhan ekonomi sebagai “solid”.
Menjawab pertanyaan wartawan, Warsh menepis kemungkinan untuk meninjau kembali target inflasi 2%.
“Pertemuan hari ini menegaskan bahwa perubahan sikap The Fed yang lebih hawkish belakangan ini bukan hanya disebabkan oleh kenaikan harga energi,” kata Kay Haigh dari Goldman Sachs Asset Management.
“Meskipun harga minyak baru-baru ini melemah, setengah anggota FOMC memperkirakan kenaikan suku bunga bahkan tahun ini, mencerminkan kuatnya pasar tenaga kerja dan data inflasi.”
Meski skenario dasar Haigh masih memperkirakan The Fed dapat menghindari kenaikan suku bunga, ia mengatakan ruang geraknya sangat sempit dan data inflasi yang akan datang akan menjadi faktor penentu.
“Meskipun pernyataannya lebih hawkish, kami masih memperkirakan langkah berikutnya dari The Fed kemungkinan adalah penurunan suku bunga, tetapi dibutuhkan waktu agar inflasi cukup mereda sehingga memberi ruang bagi dewan untuk bertindak,” kata Ellen Zentner dari Morgan Stanley Wealth Management.
Sementara tampaknya terdapat kecenderungan yang semakin kuat di antara anggota dewan untuk menaikkan suku bunga, tekanan inflasi kemungkinan akan mereda dalam beberapa bulan mendatang seiring membaiknya arus pasokan minyak dari Timur Tengah, kata Scott Helfstein dari Global X ETFs.
“Secara keseluruhan kami tetap berpandangan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tahun ini, dengan meredanya ketegangan di Timur Tengah dan turunnya harga minyak membantu mengurangi risiko inflasi,” kata James McCann dari Edward Jones.
“Namun, ambang batas untuk kenaikan suku bunga tampak lebih rendah setelah pertemuan hari ini.”
Warsh juga mengatakan ia membentuk satuan tugas untuk meninjau neraca bank sentral senilai US$6,7 triliun, sebagai langkah awal dalam menangani isu kebijakan yang telah lama ia kritik.
Kelompok yang ditugaskan meninjau neraca tersebut akan memeriksa apakah “kebijakan moneter dijalankan melalui instrumen suku bunga atau melalui instrumen neraca,” katanya.
(bbn)



























