Logo Bloomberg Technoz

Dari besaran itu, PLTU batu bara mendominasi dengan porsi 64,87% dari total produksi listrik.

Kemudian, pembangkit EBT menyusul dengan porsi 17,89%. Lalu, pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) memiliki porsi 13,86%. Selain itu, produksi listrik nasional dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) mencapai 3,38%.

Adapun, terkait dengan kapasitas DMO batu bara tahun ini, Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026) menyebut pemerintah sebenarnya telah memberikan penugasan atau DMO kepada perusahaan-perusahaan batu bara sebesar kurang lebih 190 juta ton.

Saat ini, total kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun. Di lain sisi, kuota batu bara yang telah masuk dalam kontrak PLN tahun ini adalah sebesar 134 juta ton. 

“Dari 190 juta ton yang sudah dilakukan konfirmasi kurang lebih sekitar 150—160 juta ton. Dan sudah dilakukan kontrak sebesar 134 juta ton. Artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta, tinggal kurang 20 [juta metrik ton] yang belum dikontrakkan,” kata Bahlil.

Terpisah, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan kementeriannya belum berencana mempercepat revisi kuota produksi batu bara dalam RKAB 2026, meskipun PLN tengah kekurangan pasokan batu bara sebanyak 20 juta ton.

“Tadi Pak Menteri [ESDM Bahlil Lahadalia] kan sudah sampaikan, sudah dilakukan evaluasi untuk seluruh kebutuhan PLN dan itu dipenuhi,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (17/6/2026).

Yuliot menambahkan, kementerian sudah melakukan evaluasi untuk kebutuhan PLN dan saat ini sedang dalam proses pemenuhan.

“Jadi kemarin kan disampaikan kebutuhan PLN itu adalah 154 juta yang sudah dipenuhi berdasarkan kontrak 134 juta. Itu kekurangan 20 [juta ton] itu lagi diusahakan,” ucap dia.

-- Dengan asistensi Mis Fransiska Dewi

(smr/wdh)

No more pages