Logo Bloomberg Technoz

“Kesepakatan antara AS dan Iran merupakan terobosan besar dan hal positif bagi pasar, karena tarik-ulur dalam negosiasi hanya menimbulkan ketidakpastian dan volatilitas tambahan,” kata Michael Landsberg dari Landsberg Bennett Private Wealth Management.

Meskipun sifat kesepakatan tersebut berpotensi memicu kemelut lebih lanjut di antara kedua belah pihak — terutama terkait poin esensial soal penghapusan bahan nuklir Iran — pembukaan kembali Selat tersebut akan membantu menekan harga minyak, tambahnya.

Harga minyak melemah di tengah kabar pembukaan Selat Hormuz

“Volatilitas mungkin akan berlanjut dalam jangka pendek saat pasar menilai implementasi dan ketahanan kesepakatan tersebut, namun kami tetap pada pandangan bahwa pertumbuhan yang tangguh dan laba yang kuat seharusnya terus mendorong kenaikan saham,” kata Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS Chief Investment Office.

Saham AS berkesempatan mendapat dorongan tambahan dari pergeseran ke sektor-sektor yang sensitif terhadap kondisi ekonomi dimana selama ini tertinggal selama perang, menurut para strategis Morgan Stanley yang dipimpin oleh Michael Wilson.

Mislav Matejka dari JPMorgan Chase & Co. terangkan bahwa pergeseran ke sektor siklikal “berpotensi tetap menjadi strategi yang menguntungkan” hingga akhir tahun, asalkan ketegangan geopolitik mereda dan laba serta inflasi tetap stabil.

“Kami percaya meredanya ketegangan geopolitik dapat membantu meredakan tekanan inflasi dan membantu menurunkan imbal hasil obligasi, yang berpotensi mendorong pergeseran ke sektor siklikal dan area pasar yang sebelumnya tertinggal,” kata Angelo Kourkafas dari Edward Jones.

Pasca mengawali pekan ini dengan dorongan dari kesepakatan AS-Iran, pasar saham akan segera mencari sumber momentum baru, kata Chris Larkin dari E*Trade (Morgan Stanley). Walau hal itu tidak akan datang dalam bentuk pemangkasan suku bunga oleh Fed, pertemuan pekan ini akan menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana Ketua baru Kevin Warsh mungkin akan menjalankan agenda jangka panjangnya, ujarnya.

Sejalan dengan penurunan harga minyak, para pedagang swap memperhitungkan peluang yang lebih rendah untuk kenaikan suku bunga pada Desember. Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan berikutnya pada Rabu, dengan para ekonom memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 3,5% hingga 3,75% sambil menunggu untuk melihat bagaimana guncangan harga energi akibat perang berdampak pada perekonomian.

(bbn)

No more pages