“[BYD-Wuling] masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama 3 hari setelah SPPB keluar, Malah bahkan lebih dari 2 minggu dia tidak angkat keluar. Kemarin itu hampir sekitar 10 ribu kontainer yang masih ada di pelabuhan,” ungkap Djaka.
“Sehingga kita melakukan pemaksaan kepada perusahaan tersebut untuk dengan secepatnya melakukan pengeluaran dari area pelabuhan.”
Djaka menyoroti ada beberapa faktor yang menyebabkan penumpukan kontainer padahal para importir sudah menyelesaikan kewajiban kepabeanannya. Misalnya, para pelaku usaha kekurangan tempat di luar pelabuhan untuk memasok barang-barang impor.
Selain itu, pelaku usaha berpikir biaya sewa di gudang lain lebih mahal ketimbang menitipkan barang impornya di pelabuhan atau tempat penimbunan sementara (TPS).
“Mungkin ke depannya kita akan memanfaatkan segera mendorong mereka ke lini 2 di tempat [penampungan] di luar pelabuhan,” imbuh Djaka.
Djaka mengaku petugas DJBC sudah memaksa para importir untuk segera mengeluarkan barang-barang impor dari dalam pelabuhan sehingga penumpukan kontainer bisa berkurang dan aktivitas bongkar muat menjadi lebih lancar.
“Sehingga kita melakukan pemaksaan kepada perusahaan tersebut untuk dengan secepatnya melakukan pengeluaran dari area pelabuhan,” tuturnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hal ini dilakukan usai bendahara negara tersebut menerima laporan soal tingginya dweling time sehingga terjadi penumpukan hingga sekitar 3.100 kontainer.
"Kondisi ini menyebabkan dwelling time meningkat dan mulai menimbulkan gangguan terhadap pasokan bahan baku bagi pelaku usaha," ujar dia di lokasi, Sabtu (06/6/2026).
Dia mengklaim telah mengeluarkan instruksi kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk segera menuntaskan penumpukan kontainer agar memperlancar arus logistik nasional. Bahkan, saat ini, dia meminta Ditjen Bea Cukai menambah jumlah personil dan memperpanjang jam operasional hingga dweling time berada di titik wajar yaitu rata-rat 500 kontainer per hari.
"Mereka harus bekerja 24 jam dengan dua shift atau lebih sampai jumlah antrean turun kembali ke level normal, sekitar 500," kata dia.
(ain)































