Hingga kini, kedua pihak belum merilis naskah resmi kesepakatan tersebut. Namun, garis besar perjanjian itu telah beredar selama beberapa hari terakhir. AS dan Iran disebut akan mengakhiri blokade masing-masing di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Keduanya juga sepakat untuk tidak saling menyerang dan memulai negosiasi guna membongkar program nuklir Iran. Sebagai imbalannya, Iran akan memperoleh pelonggaran sanksi yang selama ini menargetkan penjualan minyaknya ke luar negeri.
Meski kedua pihak sama-sama mengklaim kemenangan, hubungan keduanya masih dibayangi ketidakpercayaan yang mendalam. Selain itu, masih terdapat pertanyaan besar mengenai kemampuan kedua negara untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas dan berkelanjutan. Sikap Israel juga masih belum jelas, terutama setelah pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut membahayakan proses penandatanganan pada menit-menit terakhir melalui serangan baru ke Lebanon.
(bbn)

























