“Operasi ini memberikan pukulan telak lagi kepada Rusia dan mengingatkan mereka yang membiayai perang Putin di Ukraina bahwa mereka tidak dapat bersembunyi,” kata Starmer.
"Pada dini hari tadi, saya mengarahkan Angkatan Bersenjata kita untuk mencegat kapal tanker minyak armada bayangan yang mencoba melewati Selat Inggris. Operasi yang sukses ini memberikan pukulan telak lagi kepada Rusia dan mengingatkan mereka yang membiayai perang Putin di Ukraina bahwa kita tidak akan…" — Keir Starmer (@Keir_Starmer) 14 Juni 2026.
Dan Jarvis, yang diangkat sebagai menteri pertahanan Inggris pada 11 Juni setelah pengunduran diri John Healey, mengatakan pencegatan tersebut akan mengganggu armada yang diandalkan Rusia untuk memindahkan minyak yang dikenai sanksi dan membiayai upaya perangnya melawan Ukraina.
Operasi hari Minggu dilakukan berkoordinasi dengan Prancis, dan mengikuti dukungan Inggris untuk tindakan AS dan Prancis sebelumnya terhadap kapal-kapal armada bayangan.
Inggris telah menjatuhkan sanksi kepada hampir 600 kapal yang terkait dengan armada bayangan Rusia, yang menurut Inggris berjumlah lebih dari 700 kapal dan membawa sekitar tiga perempat minyak Rusia yang dikenai sanksi. Inggris mengatakan kapal-kapal yang dikenai sanksi oleh Inggris membawa minyak Rusia senilai US$1,6 miliar lebih sedikit pada kuartal pertama tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tadi malam, angkatan bersenjata kami mencegat salah satu kapal Rusia yang dikenai sanksi di Selat Inggris sebagai bagian dari upaya Inggris untuk memutus pendapatan yang mendanai rudal, drone, dan pemboman berkelanjutan terhadap kota-kota Ukraina. Kapal-kapal ilegal ini ada untuk mengangkut minyak Rusia yang dikenai sanksi dan…" — Yvette Cooper (@YvetteCooperMP) 14 Juni 2026
Pemerintah mengatakan pendapatan minyak dan gas Rusia turun 24% dari tahun ke tahun pada tahun 2025, sementara pendapatan minyak turun 27% dari Oktober 2024, mencapai level terendah sejak awal perang pada tahun 2022.
Banyak dari kapal-kapal tersebut adalah kapal tanker tua yang beroperasi dengan kepemilikan dan pengaturan asuransi yang tidak transparan. Lebih dari 70% kapal tanker bayangan berusia lebih dari 15 tahun, dan telah terjadi lebih dari 50 insiden yang melibatkan armada tersebut, menurut pemerintah Inggris.
(bbn)


























