Logo Bloomberg Technoz

Secara keseluruhan, TrendForce memproyeksikan produksi smartphone global sepanjang 2026 turun sekitar 16,2% menjadi 1,051 miliar unit.

Berdasarkan data TrendForce, Samsung mempertahankan posisinya sebagai produsen smartphone terbesar dunia pada kuartal pertama 2026 dengan total produksi mencapai 62,6 juta unit atau menguasai 22% pangsa pasar global.

Total produksi yang berasal dari perusahaan asal Korea Selatan itu naik 8% dibanding kuartal sebelumnya dan tumbuh 2% secara tahunan berkat persiapan peluncuran seri Galaxy S terbaru.

Posisi kedua terdapat Apple dengan produksi 60,2 juta unit dan pangsa pasar 21%. Meski produksi turun 31% dibanding kuartal sebelumnya akibat faktor musiman. Apple mencatat pertumbuhan tahunan 20% berkat peningkatan produksi iPhone generasi terbaru dan peluncuran iPhone 17e.

Sementara itu, OPPO memproduksi 29,5 juta unit smartphone dengan pangsa pasar 10%, disusul Xiaomi sebanyak 26 juta unit (9%) dan vivo 22 juta unit (8%). Ketiga merek tersebut mengalami penurunan produksi secara kuartalan karena faktor musiman dan meningkatnya tekanan biaya komponen.

Produsen Transsion, yang membawahi merek seperti Tecno, Infinix, dan itel, menempati posisi keenam dengan produksi 19,8 juta unit dan pangsa pasar 7%. Perusahaan ini dinilai paling rentan terhadap kenaikan harga memori karena fokus pada segmen entry-level yang memiliki margin keuntungan tipis.

TrendForce menilai produsen dengan portofolio premium yang kuat seperti Samsung dan Apple memiliki kemampuan lebih baik untuk menyerap kenaikan biaya komponen dibandingkan merek yang mengandalkan segmen menengah dan bawah.

Sebaliknya, vendor China diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam menetapkan target produksi sepanjang tahun ini di tengah persaingan yang semakin ketat dan tekanan biaya yang terus meningkat.

“Permintaan dari pasar negara berkembang terus memberikan sumber dukungan penting untuk industri ponsel pintar global.”

(mef/wep)

No more pages